SEMOGA ADA SETITIK BAROKAH TERSIRAT DARI SAJIAN YANG TERSURAT SEHINGGA HIDUP LEBIH BERMAKNA DAN BERGUNA
Showing posts with label BUAH PENAKU. Show all posts
Showing posts with label BUAH PENAKU. Show all posts

Sunday, January 8, 2012

MEMAKSAKAN PEMAHAMAN HADITS

Dalam kegiatan ngaji bersama tiba-tiba di sodorkan  kepada saya sebuah buku saku, yang berjudul “Yasinan” karangan Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas yang diterbitkan  oleh Pustaka Abdullah Jakarta, setelah saya baca dan pelajari isinya, ada sebagian permasalahan yang ingin saya tanggapi terlebih dahulu yaitu halaman 53 ketika sang penulis buku memaparkan  : Membaca al Qur’an dipemakaman menyalahi Sunnah Rasulullah Sollallahu Alaihi Wasallam, karena Rasulullah Sollallahu Alaihi Wasallam menyuruh kita membaca al Qur’an di rumah : 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Artinya : “dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang diibacakan di dalamnya surat Al Baqarah.” (HR. Muslim, At  (no.780), Ahmad (II/284,337,388) dan At Tirmidzi (no.2877) serta ia mensahihkannya. 

Hadis ini jelas sekali menerangkan bahwa pemakaman menurut syariat Islam bukanlah tempat untuk membaca al Qur’an, melainkan tempatnya dirumah. Syariat Islam melarang keras menjadikan rumah seperti kuburan, kita di anjurkan membaca al Qur’an dan shalat-shalat sunnah dirumah. 

Jumhur ulama salaf seperti Imam abu Hanifah, Imam Malik melarang membaca al Qur’an di pemakaman.

Untuk menanggapi pendapat di atas, maka akan kami kemukakan beberapa hadis yang mengiringi hadis di atas di dalam sahih muslim :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ubaidullah ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jadikanlah sebagian shalat kalian (dilakukan) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan."

و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
Artinya : “Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalatlah di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan."

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا
Artinya : “Dan Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian telah menunaikan shalat di Masjidnya, hendaknya ia menyisakan sebagian shalatnya untuk (dikerjakan) di rumahnya, karena dari shalatnya itu, Allah akan menjadikan kebaikan di dalam rumahnya."
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَرَّادٍ الْأَشْعَرِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Barrad Al Asy'ari dan Muhammad bin Al 'Ala` keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan rumah yang di dalamnya selalu disebut nama Allah Ta'ala dengan rumah yang di dalamnya tidak pernah disebut nama Allah adalah sebagaimana orang hidup dan orang mati." 

Mencermati pemahaman tentang hadis di atas kita perlu untuk mengutip para ulama ahli hadis terkemuka, Imam An nawawi dalam syarah Muslimnya menjelaskan : 

)بَاب " اِسْتِحْبَاب صَلَاة النَّافِلَة فِي بَيْته وَجَوَازهَا فِي الْمَسْجِد "وَسَوَاء فِي هَذَا الرَّاتِبَة وَغَيْرهَا إِلَّا الشَّعَائِر الظَّاهِرَة وَهِيَ الْعِيد وَالْكُسُوف وَالِاسْتِسْقَاء وَالتَّرَاوِيح وَكَذَا مَا لَا يَتَأَتَّى فِي غَيْر الْمَسْجِد كَتَحِيَّةِ الْمَسْجِد وَيُنْدَب كَوْنه فِي الْمَسْجِد هِيَ رَكْعَتَا الطَّوَاف(
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( اِجْعَلُوا مِنْ صَلَاتكُمْ فِي بُيُوتكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا ) مَعْنَاهُ : صَلُّوا فِيهَا وَلَا تَجْعَلُوهَا كَالْقُبُورِ مَهْجُورَة مِنْ الصَّلَاة ، وَالْمُرَاد لَهُ صَلَاة النَّافِلَة ، أَيْ : صَلُّوا النَّوَافِل فِي بُيُوتكُمْ . وَقَالَ الْقَاضِي عِيَاض : قِيلَ هَذَا فِي الْفَرِيضَة ، وَمَعْنَاهُ : اِجْعَلُوا بَعْض فَرَائِضكُمْ فِي بُيُوتكُمْ لِيَقْتَدِيَ بِكُمْ مَنْ لَا يَخْرُج إِلَى الْمَسْجِد مِنْ نِسْوَة وَعَبِيد وَمَرِيض وَنَحْوهمْ ، قَالَ : وَقَالَ الْجُمْهُور بَلْ هُوَ فِي النَّافِلَة لِإِخْفَائِهَا وَلِلْحَدِيثِ الْآخَر : ( أَفْضَل الصَّلَاة صَلَاة الْمَرْء فِي بَيْته إِلَّا الْمَكْتُوبَة ) قُلْت : الصَّوَاب أَنَّ الْمُرَاد النَّافِلَة ، وَجَمِيع أَحَادِيث الْبَاب تَقْتَضِيه ، وَلَا يَجُوزُ حَمْله عَلَى الْفَرِيضَة وَإِنَّمَا حَثَّ عَلَى النَّافِلَة فِي الْبَيْت لِكَوْنِهِ أَخْفَى وَأَبْعَدَ مِنْ الرِّيَاء ، وَأَصْوَنُ مِنْ الْمُحْبِطَات ، وَلِيَتَبَرَّك الْبَيْت بِذَلِكَ وَتَنْزِل فِيهِ الرَّحْمَة وَالْمَلَائِكَة وَيَنْفِر مِنْهُ الشَّيْطَان ، كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيث الْآخَر ، وَهُوَ مَعْنَى قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرِّوَايَة الْأُخْرَى : ( فَإِنَّ اللَّه جَاعِل فِي بَيْته مِنْ صَلَاته خَيْرًا ) .
قَوْله : ( بُرَيْد عَنْ أَبِي بُرْدَة ) قَدْ سَبَقَ مَرَّات أَنَّ بُرَيْدًا بِضَمِّ الْمُوَحَّدَة .
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَثَل الْبَيْت الَّذِي يُذْكَر اللَّه فِيهِ وَالْبَيْت الَّذِي لَا يُذْكَر اللَّه فِيهِ مَثَل الْحَيّ وَالْمَيِّت ) فِيهِ : النَّدْب إِلَى ذِكْر اللَّه تَعَالَى فِي الْبَيْت ، وَأَنَّهُ لَا يُخْلَى مِنْ الذِّكْر ، وَفِيهِ : جَوَاز التَّمْثِيل . وَفِيهِ : أَنَّ طُول الْعُمْر فِي الطَّاعَة فَضِيلَة ، وَإِنْ كَانَ الْمَيِّت يَنْتَقِل إِلَى خَيْر ، لِأَنَّ الْحَيّ يَلْتَحِقُ بِهِ وَيَزِيد عَلَيْهِ بِمَا يَفْعَلهُ مِنْ الطَّاعَات .
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( سُورَة الْبَقَرَة )دَلِيل عَلَى جَوَازه بِلَا كَرَاهَة . وَأَمَّا مَنْ كَرِهَ قَوْل سُورَة الْبَقَرَة وَنَحْوهَا فَغَالِطٌ . وَسَبَقَتْ الْمَسْأَلَة وَسَنُعِيدُهَا قَرِيبًا - إِنْ شَاءَ اللَّه تَعَالَى - فِي أَبْوَاب فَضَائِل الْقُرْآن .

قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ الشَّيْطَان يَنْفِر مِنْ الْبَيْت ) هَكَذَا ضَبَطَهُ الْجُمْهُور ( يَنْفِر ) وَرَوَاهُ بَعْض رُوَاة مُسْلِم ( يَفِرّ ) وَكِلَاهُمَا صَحِيح .
(Syarah Sahih Muslim Imam An Nawawi, Halaman326-327)

Dalam menjelaskan hadis di atas yang berkaitan dengan pengertian hadis "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan,” Imam An Nawawi sebagai pakar Hadis dan Juga Ahli Hukum Islam yang memiliki kompetensi untuk langsung menggali hukum dari As Sunnah tidak pernah menyinggung adanya larangan membaca Al Qur’an dikuburan, namun yang dimaksud adalah anjuran menjadikan rumah menjadi tempat shalat dan membaca Al Qur’an. Dan dilarang dijadikan seperti kuburan karena kuburan jarang digunakan untuk shalat dan baca Qur’an. Namun bukan berarti membaca Al Qur’an dikuburan dilarang.

Al Imam Al hafidz Ibnu Abdirrohim al Mubarokfuri menjelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi : 
قَوْلُهُ : ( لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ )
أَيْ خَالِيَةً عَنْ الذِّكْرِ وَالطَّاعَةِ فَتَكُونُ كَالْمَقَابِرِ وَتَكُونُونَ كَالْمَوْتَى ، فِيهَا أَوْ مَعْنَاهُ لَا تَدْفِنُوا مَوْتَاكُمْ فِيهَا ، وَيَدُلُّ عَلَى الْمَعْنَى الْأَوَّلِ قَوْلُهُ ( وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي تُقْرَأُ الْبَقَرَةُ فِيهِ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ ) وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ : " إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ " وَفِي حَدِيثِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عِنْدَ اِبْنِ حِبَّانَ " مَنْ قَرَأَهَا " يَعْنِيَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ " لَيْلًا لَمْ يَدْخُلْ الشَّيْطَانُ بَيْتَهُ ثَلَاثَ لَيَالٍ وَمِنْ قَرَأَهَا نَهَارًا لَمْ يَدْخُلْ الشَّيْطَانُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ " ، وَخَصَّ سُورَةَ الْبَقَرَةِ بِذَلِكَ لِطُولِهَا وَكَثْرَةِ أَسْمَاءِ اللَّهِ تَعَالَى وَالْأَحْكَامِ فِيهَا ، وَقَدْ قِيلَ فِيهَا أَلْفُ أَمْرٍ وَأَلْفُ نَهْيٍ وَأَلْفُ حُكْمٍ وَأَلْفُ خَبَرٍ كَذَا فِي الْمِرْقَاةِ .
قَوْلُهُ : ( هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ )
وَأَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمٌ وَالنَّسَائِيُّ .

Dalam Tuhfatul Ahwaji ketika menjelaskan hadis di atas Imam Al Mubarok Furi juga tidak pernah menyinggung tentang pelarangan membaca Al Qur’an di Kuburan namun yang dilarang adalah menjadikan rumah seperti kuburan yaitu sepi dari dzikir dan Tho’at sehingga seperti kuburan dan kalian menjadi seperti orang mati.

Kalau saya analisa ternyata memang hadis ini banyak digunakan oleh orang yang semisal Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas untuk dalil pelarangan membaca Al Qur’an dikuburan, padahal penempatan hadis ini untuk dalil pelarangan atau pengharaman membaca Al Qur’an dikuburan adalah tidak tepat dan terkesan dipaksakan serta ada unsur pemelintiran dalil. Begitu pula ketika menampilkan pendapat para Ulama hanya dikemukakan pendapat Ulama yang melarang membaca Al Qur’an di Kuburan.

Berkenaan membaca Al Qur’an di Kuburan para Ulama yang banyak menjelaskan kebolehan membaca Al Qur’an dikuburan adalah :
    1.    Imam An Nawawi dalam Riyadus Salihin menjelaskan :

     “ Al Syafi’I berkata : Disunnahkan dibacakan Al Qur’an disisi kuburannya. Dan apabla dikhatamkan al Qur’an di sisi kuburannya, maka menjadi lebih baik.” ( Riyadus Salihin, Dar Al Ilmi. Halaman. 415) 
2.    Imam An Nawawi di dalam Kitab Al Majmu’ Syarah Al Muhazdzdab menjelaskan :
قال أصحابنا رحمهم الله ويستحب للزائر ان يسلم علي المقابر ويدعو لمن يزوره ولجميع أهل المقبرة والافضل أن يكون السلام والدعاء بما ثبت في الحديث ويستحب إن يقرأ من القرآن ما تيسر ويدعو لهم عقبها نص عليه الشافعي واتفق عليه الاصحاب ……
    “Sahabat –sahabatku (murid-murid al Syafi’i) berkata (semoga Allah merahmati mereka) dan disunahkan bagi peziarah untuk memberi salam kepada (orang-orang )Kuburan  dan mendoakan orang yang yang diziarahi dan kepada semua ahli kuburan. Yang paling afdhal dalam memberi salam dan berdo’a berdasarkn apa yang sudah ditetapkan di dalam Al hadis. Disunahkan (dalam salah satu cetakan ada redaksi “LIZAIRILKUBUR”TAPI DALAM MAKTABAH SAMILAH ATAU CETAKAN DKI TAHUN 2007 TIDAK DITEMUKAN ) bagi orang yang berziarah kubur untuk membaca Al Qur’an sebisanya dan berdoa untuk mereka sesudahnya, hal itu telah ditetapkan oleh al Sayfi’I RA dan disepakati oleh murid-muridnya.( Dalam redaksi yang lain ada tambahan ….wain khotamul Qur’ana ‘ala al Qabri kana afdhalu.” Namun dalam cetakan DKI tidak ditemukan. “..artinya : dan apabila mereka mengkhatamkan Al Qur’an di atas kuburannya, maka lebih utama” ) (Al Majmu’ Syarah Al muhadzdzab, An Nawawi,Juz 6, DKI, Hal.320)

3.    Ibnu Qudamah, dalam Al Mugni, Juz 2 halaman 423)
4.    Ibnul Qoyyim Al Zaujiyah dalam Ar ruh :

وقد ذكر عن جماعة من السلف أنهم أوصوا أن يقرأ عند قبورهم وقت الدفن قال عبد الحق يروى أن عبد الله بن عمر أمر أن يقرأ عند قبره سورة البقرة وممن رأى ذلك المعلى بن عبد الرحمن وكان الامام أحمد ينكر ذلك أولا حيث لم يبلغه فيه أثر ثم رجع عن ذلك
 وقال الخلال في الجامع كتاب القراءة عند القبور اخبرنا العباس بن محمد الدورى حدثنا يحيى بن معين حدثنا مبشر الحلبى حدثني عبد الرحمن بن العلاء بن اللجلاج عن أبيه قال قال أبى إذا أنامت فضعنى في اللحد وقل بسم الله وعلى سنة رسول الله وسن على التراب سنا واقرأ عند رأسى بفاتحة البقرة فإنى سمعت عبد الله بن عمر يقول ذلك قال عباس الدورى سألت أحمد بن حنبل قلت تحفظ في القراءة على القبر شيئا فقال لا وسألت يحيى ابن معين فحدثنى بهذا الحديث
 قال الخلال وأخبرني الحسن بن أحمد الوراق حدثنى على بن موسى الحداد وكان صدوقا قال كنت مع أحمد بن حنبل ومحمد بن قدامة لجوهرى في جنازة فلما دفن الميت جلس رجل ضرير يقرأ عند القبر فقال له أحمد يا هذا إن القراءة عند القبر بدعة فلما خرجنا من المقابر قال محمد بن قدامة لأحمد بن حنبل يا أبا عبد الله ما تقول في مبشر الحلبي قال ثقة قال كتبت عنه شيئا قال نعم فأخبرني مبشر عن عبد الرحمن بن العلاء اللجلاج عن أبيه أنه أوصى إذا دفن أن يقرأ عند رأسه بفاتحة البقرة وخاتمتها وقال سمعت ابن عمر يوصي بذلك فقال له أحمد فارجع وقل للرجل يقرأ
 وقال الحسن بن الصباح الزعفراني سألت الشافعي عن القراءة عند القبر فقال لا بأس بها وذكر الخلال عن الشعبي قال كانت الأنصار إذا مات لهم الميت اختلفوا إلى قبره يقرءون عنده القرآن

Dalam riwayat di atas Imam Ahmad bin Hambal menarik pendapatnya setelah mengatakan bahwa bacaan Al Qur’an di kuburan adalah bid’ah, setelah dijelaskan ada riwayat yang menjelaskan bahwa Ibnu Umar RA, berwasiat akan hal itu, lalu Imam Ahmad meminta untuk meralat dan mempersilahkan untuk membaca al Qur’an di kuburan. (Ibnu Al Qoyyim dalam Ar Ruh )

5.    Imam al ‘Allamah Shodruddien ali Bin Ali bin Muhammad bin Abi Al ‘Izzi Al Hanafi  menjelaskan :

واختلف العلماء في قراءة القرآن عند القبور على ثلاثة أقوال : هل تكره أم لا بأس بها وقت الدفن وتكره بعده ؟ فمن قال بكراهتها كأبي حنيفة و مالك و أحمد في رواية - قالوا : لأنه محدث لم ترد به السنة والقراءة تشبه الصلاة والصلاة عند القبور منهي عنها فكذلك القراءة ومن قال : لا بأس بها كمحمد بن الحسن و أحمد في رواية - استدلوا بما نقل عن ابن عمر رضي الله عنه : أنه أوصى أن يقرأ على قبره وقت الدفن بفواتح سورة البقرة وخواتمها ونقل أيضا عن بعض المهاجرين قراءة سورة البقرة ومن قال : لا بأس بها وقت الدفن فقط وهو رواية عن أحمد - أخذ بما نقل عن عمر وبعض المهاجرين وأما بعد ذلك كالذين يتناوبون القبر للقراءة عنده - فهذا مكروه فإنه لم تأت به السنة ولم ينقل عن أحد من السلف مثل ذلك أصلا وهذا القول لعله أقوى من غيره لما فيه من التوفيق بين الدليلين

Secara singkat ada tiga pendapat para ulama tentang membaca al qur’an dikuburan. Pertama, Memakruhkan, Kedua : Tidak apa2 ketika waktu dikuburkannya mayyit, Ketiga : makruh sesudah di kuburkan mayyit.

Berdasarkan penjelasan Imam al izzi di atas memang ada pendapat dari Abu Hanifah, Malik dan salah satu riwayat Imam Ahmad yang hanya sampai tingkat memakruhkan membaca al Qur’an di kuburan Namun Tidak sampai mengharamkan.( Maktabah Dar At Turas Kairo Halaman 389)

6.    Termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, dalam Ahkam Tamanil Maut, hal.75 juga membolehkan membaca al Qur’an dikuburan.

PADA DASARNYA MEMBACA AL QUR’AN DIMANAPUN DAN KAPANPUN SELAMA TIDAK ADA LARANGAN YANG JELAS DALAM SYARIAT ADALAH DIANJURKAN ARTINYA MEMBACA AL QUR’AN DIKUBURAN MERUPAKAN MASALAH KHILAFIYAH, SEHINGGA SIAPAPUN YANG MENGAMALKAN DAN MENGIKUTI SALAH SATU DARI DUA ATAU LEBIH PENDAPAT DI ATAS DIPERBOLEHKAN DAN BUKAN MERUPAKAN PERKARA YANG SAMPAI DIHARAMKAN APALAGI  DIBID’AHKAN. Demikian Wallahua’lam.


Oleh : محمد مؤلف










Link ke Facebook

Saturday, December 24, 2011

KELAHIRAN ISA PUTRA MARYAM


ميلاد العبد الرسول عيسى بن مريم  البتول
(Kelahiran Hamba, Rasul, ‘Isa Bin Maryam yang tidak menikah)
 قال الله تعالى: (واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها مكانا شرقيا فاتخذت من دونهم حجابا فأرسلنا إليها روحنا فتمثل لها شرا سويا. قالت إني أعوذ بالرحمن منك إن كنت تقيا.قال إنما أنا رسول ربك لاهب لك غلاما زكيا.قالت أنى يكون لي غلام ولم يمسسني بشر ولم أك بغيا.قال كذلك قال ربك هو علي هين ولنجعله آية للناس ورحمة منا وكان أمرا مقضيا. فحملته فانتبذت به مكانا قصيا فأجاءها المخاض إلى جذع النخلة قالت ياليتني مت قبل هذا وكنت نسيا منسيا فناداها من تحتها أن لا تحزني قد جعل ربك تحتك سريا.وهزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا فكلي واشربي وقري عينا فإما ترين من البشر أحدا فقولي إني نذرت للرحمن صوما فلم أكلم اليوم إنسيا.فأتت به قومها تحمله قالوا يا مريم لقد جئت شيئا فريا.يا أخت هرون ما كان أبوك أمرء سوء وما كانت أمك بغيا فأشارت إليه قالوا كيف نكلم من كان في المهد صبيا قال إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا. وجعلني مباركا أينما كنت وأوصاني بالصلاة والزكاة ما دمت حيا وبرا بوالدتي ولم يجعلني جبارا شقيا والسلام علي يوم ولدت ويوم أمرت ويوم أبعث حيا.ذلك عيسى بن مريم قول الحق الذي فيه يمترون.ما كان لله أن يتخذ من ولد سبحانه إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون وإن الله ربي وربكم فاعبدوه هذا صراط مستقيم.فاختلف الاحزاب من بينهم فويل للذين كفروا من مشهد يوم عظيم) [ مريم: 16 - 37 ].

Allah Ta’ala berfirman : “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan".Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini".
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar. “ (QS. Maryam: 16-37)

ذكر تعالى هذه القصة بعد قصة زكريا التي هي كالمقدمة لها والتوطئة قبلها كما ذكر في سورة آل عمران قرن بينهما في سياق واحد وكما قال في سورة الانبياء: (وزكريا إذ نادى ربه رب لا تذرني فردا وأنت خير الوارثين فاستجبنا له ووهبنا له يحيى وأصلحنا له زوجه إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين.والتي أحصنت فرجها فنفخنا فيها من روحنا وجعلناها وابنها آية للعالمين) [ الانبياء: 89 - 91 ].


Allah menuturkan kisah ini (Kelahiran ‘Isa As) setelah kisah Zakaria, penyebutan ini sepert" 
mukadimah bagi kisah tersebut dan persiapan sebelumnya, sebagaimana Allah sebutkan di dalam Surat Ali ‘Imran masa antara keduanya dalam hubungan kalimat yang satu, dan seperti apa yang difirmankan Allah dalam surat Al Anbia : (Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami. Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.) Al Anbiya : 89-91)


وقد تقدم أن مريم لما جعلتها أمها محررة تخدم بيت المقدس وأنه كفلها زوج أختها أو خالتها نبي ذلك الزمان زكريا عليه السلام، وأنه اتخذ لها محرابا وهو المكان الشريف من المسجد لا يدخله أحد عليها سواه، وأنها لما بلغت اجتهدت في العبادة، فلم يكن في ذلك الزمان نظيرها في فنون العبادات، وظهر عليها منالاحوال ما غبطها به زكريا عليه السلام وأنها خاطبتها الملائكة بالبشارة لها باصطفاء الله لها وبأنه سيهب لها ولدا زكيا يكون نبيا كريما طاهرا مكرما مؤيدا بالمعجزات فتعجبت من وجود ولد من غير والد لانها لا زوج لها، ولا هي ممن تتزوج فأخبرتها الملائكة: بأن الله قادر على ما يشاء إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون، فاستكانت لذلك وأنابت وسلمت لامر الله وعلمت أن هذا فيه محنة عظيمة لها، فإن الناس يتكلمون فيها بسببه، لانهم لا يعلمون حقيقة الامر وإنما ينظرون إلى ظاهر الحال من غير تدبر، ولا تعقل، وكانت إنما تخرج من المسجد في زمن حيضها  أو لحاجة ضرورية لابد منها من استقاء ماء أو تحصيل غذاء فبينما هي يوما قد خرجت لبعض شؤونها (وانتبذت) أي انفردت وحدها شرقي المسجد الاقصى إذ بعث الله إليها الروح الامين جبريل عليه السلام: (فتمثل لها بشرا سويا) فلما رأته: (قالت إني أعوذ بالرحمن منك إن كنت تقيا).قال أبو العالية علمت أن التقي ذو نهية، وهذا يرد قول من زعم أنه كان في بني إسرائيل رجل فاسق مشهور بالفسق اسمه تقي، فإن هذا قول باطل بلا دليل وهو من أسخف الاقوال. (قال إنما أنا رسول ربك) أي خاطبها الملك قائلا: إنما أنا رسول ربك [ أي ]  لست ببشر، ولكني ملك بعثني الله إليك (ليهب لك غلاما زكيا) أي ولدا زكيا (قالت أنى يكون لي غلام) أي كيف يكون لي غلام أو يوجد لي ولد (ولم يمسسني بشر ولم أك بغيا) أي ولست ذات زوج  وما أنا ممن يفعل الفاحشة (قال كذلك قال ربك هو علي هين) أي فأجابها الملك عن تعجبها من وجود ولد منها والحالة هذه قائلا: (كذلك قال ربك) أي وعد أنه سيخلق منك غلاما ولست بذات بعل ولا تكونين ممن تبغين (هو علي هين) أي وهذا سهل عليه ويسير لديه فإنه على من يشاء قدير.
وقوله: (ولنجعله آية للناس) أي ولنجعل خلقه والحالة هذه دليلا على كمال قدرتنا على أنواع الخلق فإنه تعالى خلق آدم من غير ذكر، ولا أنثى، وخلق حواء من ذكر بلا أنثى، وخلق عيسى من أنثى بلا ذكر، وخلق بقية الخلق من ذكر وأنثى.
وقوله: (ورحمة منا) أي نرحم به العباد بأن يدعوهم إلى الله في صغره وكبره في طفوليته وكهوليته، بأن يفردوا الله بالعبادة وحده لا شريك له، وينزهوه عن اتخاذ الصاحبة والاولاد والشركاء والنظراء والاضداد والانداد.
وقوله: (وكان أمرا مقضيا).يحتمل أن يكون هذا من تمام كلام جبريل معها يعني أن هذا أمر قد قضاه الله وحتمه وقدره وقرره، وهذا معنى قول محمد بن إسحاق واختاره ابن جرير ولم يحك سواه والله أعلم.
ويحتمل أن يكون قوله: (وكان أمرا مقضيا) كناية عن نفخ جبريل فيها كما قال تعالى: (ومريم ابنة عمران التي أحصنت فرجها فنفخنا فيه من روحنا) [ التحريم: 12 ].
فذكر غير واحد من السلف: أن جبريل نفخ في جيب درعها فنزلت النفخة إلى فرجها، فحملت من فورها، كما تحمل المرأة عند جماع بعلها.ومن قال إنه نفخ في فمها أو أن الذي كان يخاطبها هو الروح الذي ولج فيها من فمها فقوله خلاف ما يفهم من سياقات هذه القصة في محالها من القرآن.

فإن هذا السياق يدل على أن الذي أرسل إليها ملك من الملائكة وهو جبريل عليه السلام وأنه إنما نفخ فيها ولم يواجه الملك الفرج بل نفخ في جيبها فنزلت النفخة إلى فرجها فانسلكت فيه كما قال تعالى: (فنفخنا فيه من روحنا) فدل  على أن النفخة ولجت فيه لا في فمها كما روي عن أبي بن كعب ولا في صدرها كما رواه السدي بإسناده عن بعض الصحابة ولهذا قال تعالى: (فحملته) أي حملت ولدها (فانتبذت به مكانا قصيا) وذلك لان مريم عليها السلام لما حملت ضاقت به ذرعا وعلمت أن كثيرا من الناس سيكون منهم كلام في حقها فذكر غير واحد من السلف منهم وهب بن منبه أنها لما ظهرت عليها مخايل الحمل كان أول من فطنلذلك رجل من عباد بني إسرائيل يقال له يوسف بن يعقوب النجار وكان ابن خالها  فجعل يتعجب من ذلك عجبا شديدا وذلك لما يعلم من ديانتها ونزاهتها وعبادتها وهو مع ذلك يراها حبلى وليس لها زوج فعرض لها ذات يوم في الكلام فقال: يا مريم هل يكون زرع من غير بذر ؟ قالت: نعم فمن خلق الزرع الاول ؟ ثم قال: فهل يكون شجر من غير ماء ولا مطر ؟ قالت: نعم.فمن خلق الشجر الاول ؟ ثم قال: فهل يكون ولد من غير ذكر ؟ قالت: نعم إن الله خلق آدم من غير ذكر ولا أنثى قال لها: فأخبريني خبرك فقالت إن الله بشرني (بكلمة منه اسمه المسيح عيسى بن مريم وجيها في الدنيا والاخرة ومن المقربين.ويكلم الناس في المهد وكهلا ومن الصالحين) ويروى مثل هذا عن زكريا عليه السلام أنه سألها فأجابته بمثل هذا والله أعلم.

وذكر السدي بإسناده عن الصحابة أن مريم دخلت يوما على أختها، فقالت لها أختها: أشعرت أني حبلى فقالت مريم وشعرت أيضا أني حبلى ؟ فاعتنقتها وقالت لها أم يحيى: إني أرى ما في بطني يسجد لما في بطنك وذلك قوله: (مصدقا بكلمة من الله) ومعنى السجود ههنا الخضوع والتعظيم كالسجود عند المواجهة للسلام كما كان في شرع من قبلنا وكما أمر الله الملائكة بالسجود لآدم.

وقال أبو القاسم: قال مالك: بلغني أن عيسى بن مريم ويحيى بن زكريا ابنا خالة وكان حملهما جميعا معا فبلغني أن أم يحيى قالت لمريم إني أرى ما في بطني يسجد لما في بطنك قال مالك أرى ذلك لتفضيل عيسى عليه السلام لان الله تعالى جعله يحيي الموتى ويبرئ الاكمه والابرص.
رواه ابن أبي حاتم وروي عن مجاهد قال: قالت مريم: كنت إذا خلوت حدثني وكلمني وإذا كنت بين الناس سبح في بطني.ثم الظاهر أنها حملت به تسعة أشهر كما تحمل النساء ويضعن لميقات حملهن ووضعهن إذ لو كان خلاف ذلك لذكر.
وعن ابن عباس وعكرمة أنها حملت به ثمانية أشهر، وعن ابن عباس ما هو إلا أن حملت به فوضعته [ في الحال، وهذا هو الظاهر، لان الله تعالى، ذكر الانتباذ بعد الحمل ]  قال بعضهم حملت به تسع ساعات واستأنسوا لذلك بقوله: (فحملته فانتبذت به مكانا قصيا فأجاءها المخاض إلى جذع النخلة) والصحيح أن تعقيب كل شئ بحسبه لقوله: (فتصبح الارض مخضرة) [ الحج: 63 ] وكقوله: (فخلقنا النطفة علقة فخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضعة عظاما فكسونا العظام لحما ثم أنشأناه خلقا آخر فتبارك الله أحسن الخالقين) [ المؤمنون: 14 ] ومعلوم أن بين كل حالين أربعين يوما كما ثبت في الحديث المتفق عليه.قال محمد بن إسحاق شاع واشتهر في بني إسرائيل أنها حامل فما دخل على أهل بيت ما دخل   على ال بيت زكريا.

قال واتهمها بعض الزنادقة بيوسف الذي كان يتعبد معها في المسجد وتوارت عنهم مريم واعتزلتهم وانتبذت مكانا قصيا  وقوله: (فأجاءها المخاض إلى جذع النخلة) أي فألجأها واضطرها الطلق إلى جذع النخلة وهو بنص الحديث الذي رواه النسائي بإسناد لا بأس به عن أنس مرفوعا والبيهقي بإسناد وصححه عن شداد بن أوس مرفوعا أيضا ببيت لحم  الذي بنى عليه بعض ملوك الروم فيما بعد على ما سنذكره هذا البناء المشاهد الهائل (قالت ياليتني مت قبل هذا وكنت نسيا منسيا) فيه دليل على جواز تمني الموت عند الفتن وذلك أنها علمت أن الناس يتهمونها ولا يصدقونها بل يكذبونها حين تأتيهم بغلام على يدها مع أنها قد كانت عندهم من العابدات الناسكات المجاورات في المسجد المنقطعات إليه المعتكفات فيه ومن بيت النبوة والديانة فحملت بسبب ذلك من الهم ما تمنت أن لو كانت ماتت قبل هذا الحال أو كانت (نسيا منسيا) أي لم تخلق بالكلية.

وقوله: (فناداها من تحتها) وقرئ من تحتها على الخفض وفي المضمر قولان أحدهما: أنه جبريل قاله العوفي عن ابن عباس قال: ولم يتكلم عيسى إلا بحضرة القوم وهكذا قال سعيد بن جبير وعمرو بن ميمون والضحاك والسدي وقتادة.وقال مجاهد والحسن وابن زيد وسعيد بن جبير في رواية هو ابنها عيسى واختاره ابن جرير.وقوله: (أن لا تحزني قد جعل ربك تحتك سريا) قيل النهر وإليه ذهب الجمهور.وجاء فيه حديث رواه الطبراني لكنه ضعيف، واختاره ابن جرير وهو الصحيح.وعن الحسن والربيع بن أنس وابن أسلم وغيرهم أنه ابنها والصحيح الاول لقوله: (وهزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا) فذكر الطعام والشراب ولهذا قال: (فكلي واشربي وقري عينا).ثم قيل كان جذع النخلة يابسا وقيل كانت نخلة مثمرة فالله أعلم.
ويحتمل أنها كانت نخلة لكنها لم تكن مثمرة إذ ذاك لان ميلاده كان في زمن الشتاء  وليس ذاك وقت ثمر وقد يفهم ذلك من قوله تعالى على سبيل الامتنان (تساقط عليك رطبا جنيا) قال عمرو بن ميمون ليس شئ أجود للنفساء من التمر والرطب ثم تلا هذه الآية.

وقال ابن أبي حاتم حدثنا علي بن الحسين، حدثنا شيبان، حدثنا مسرور بن سعيد التميمي، حدثنا عبد الرحمن بن عمرو الاوزاعي (3)، عن عروة بن رويم، عن علي بن أبي طالب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " أكرموا عمتكم النخلة فإنها خلقت من الطين الذي خلق منه آدم وليس من الشجرة شئ يلقح غيرها " .وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " أطعموا نساءكم الولد الرطب فإن لم يكن رطب فتمر وليس من الشجر شجرة أكرم على الله من شجرة نزلت تحتها مريم بنت عمران ".وكذا رواه أبو يعلى في مسنده عن شيبان بن فروخ، عن مسروق بن سعيد، وفي رواية مسرور بن سعد.والصحيح مسرور بن سعيد التميمي أورد له ابن عدي هذا الحديث عن الاوزاعي به ثم قال وهو منكر الحديث، ولم أسمع بذكره إلا في هذا الحديث.
وقال ابن حبان يروي عن الاوزاعي المناكير الكثيرة التي لا يجوز الاحتجاج بمن يرويها.
وقوله: (فإما ترين من البشر أحدا فقولي إني نذرت للرحمن صوما فلن أكلم اليوم إنسيا).

وهذا من تمام كلام الذي ناداها من تحتها قال: (كلي واشربي وقري عينا فإما ترين من البشر أحدا) أي فإن رأيت أحدا من الناس (فقولي) له أي بلسان الحال والاشارة (إني نذرت للرحمن صوما) أي صمتا وكان من صومهم في شريعتهم ترك الكلام والطعام قاله قتادة والسدي وابن اسلم ويدل على ذلك قوله: (فلن أكلم اليوم إنسيا) فأما في شريعتنا فيكره للصائم صمت يوم إلى الليل وقوله تعالى: (فأتت به قومها تحمله قالوا يا مريم لقد جئت شيئا فريا.يا أخت هرون ما كان أبوك امرأ سوء وما كانت أمك بغيا) ذكر كثير من السلف ممن ينقل عن أهل الكتاب أنهم لما افتقدوها من بين أظهرهم ذهبوا في طلبها، فمروا على محلتها والانوار حولها، فلما واجهوها وجدوا معها ولدها فقالوا لها: (يا مريم لقد جئت شيئا فريا) أي أمرا عظيما منكرا.

وفي هذا الذي قالوه نظر مع أنه كلام ينقض أوله آخره وذلك لان ظاهر سياق القرآن العظيم يدل على أنها حملت بنفسها وأتت به قومها وهي تحمله.قال ابن عباس وذلك بعد ما تعالت  من نفاسها بعد أربعين يوما .
والمقصود أنهم لما رأوها تحمل معها ولدها (قالوا يا مريم لقد جئت شيئا فريا) والفرية هي الفعلة المنكرة العظيمة من الفعال والمقال ثم قالوا لها: (يا أخت هرون) قيل شبهوها بعابد من عباد زمانهم كانت تساميه في العبادة وكان اسمه هرون وقيل شبهوها برجل فاجر في زمانهم اسمه هرون.قاله سعيد بن جبير وقيل أرادوا بهارون أخا موسى شبهوها به في العبادة.
وأخطأ محمد بن كعب القرظي في زعمه أنها أخت موسى وهرون نسبا فإن بينهما من الدهور الطويلة ما لا يخفى على أنى من عنده من العلم ما يرده عن هذا القول الفظيع وكأنه غره أن في التوراة أن مريم أخت موسى وهرون ضربت بالدف يوم نجا الله موسى وقومه وأغرق فرعون وملاه فاعتقد أن هذه هي هذه وهذا في غاية البطلان والمخالفة للحديث الصحيح مع نص القرآن كما قررناه في التفسير مطولا ولله  الحمد والمنة.
وقد ورد الحديث الصحيح الدال على أنه قد كان لها أخ اسمه هرون وليس في ذكر قصة ولادتها وتحرير أمها لها ما يدل على أنها ليس لها أخ سواها والله أعلم.
قال الامام أحمد: حدثنا عبد الله بن ادريس سمعت أبي يذكره عن سماك عن علقمة بن وائل عن المغيرة بن شعبة قال بعثني رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى نجران فقالوا أرأيت ما تقرأون: (يا أخت هرون) وموسى قبل عيسى بكذا وكذا قال فرجعت فذكرت ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: " ألا أخبرتهم أنهم كانوا يسمون بالانبياء والصالحين قبلهم "  وكذا رواه مسلم والنسائي والترمذي من حديث عبد الله بن إدريس وقال الترمذي حسن صحيح غريب لا نعرفه إلا من حديثه وفي رواية: " ألا أخبرتهم أنهم كانوا يتسمون بأسماء صالحيهم وأنبيائهم " وذكر قتادة وغيره أنهم كانوا يكثرون من التسمية بهارون حتى قيل إنه حضر بعض جنائزهم بشر كثير منهم ممن يسمى بهارون أربعون ألفا فالله أعلم.
والمقصود أنهم قالوا: (يا أخت هرون) ودل الحديث على أنها قد كان لها أخ نسبي اسمه هرون، وكان مشهورا بالدين والصلاح والخير ولهذا قالوا: (ما كان أبوك امرأ سوء وما كانت أمك بغيا) أي لست من بيت هذا شيمتهم ولا سجيتهم لا أخوك ولا أمك ولا أبوك فاتهموها بالفاحشة العظمى ورموها بالداهية الدهياء، فذكر ابن جرير في تاريخه أنهم اتهموا بها زكريا وأرادوا قتله ففر منهم فلحقوه وقد انشقت له الشجرة فدخلها وأمسك أبليس بطرف ردائه فنشروه فيها كما قدمنا، ومن المنافقين من اتهمها بابن خالها  يوسف بن يعقوب النجار فلما ضاق الحال وانحصر المجال وامتنع المقال عظم التوكل على ذي الجلال ولم يبق إلا الاخلاص والاتكال (فأشارت إليه) أي خاطبوه وكلموه، فإن جوابكم عليه وما تبغون من الكلام لديه.فعندها (قالوا) من كان منهم جبارا شقيا (كيف نكلم من كان في المهد صبيا) أي كيف تحيلينا في الجواب على صبي صغير لا يعقل الخطاب، وهو مع ذلك رضيع في مهده، ولا يميز بين محض وزبده وما هذا منك إلا على سبيل التهكم بنا، والاستهزاء والتنقص لنا والازدراء، إذ لا تردين علينا قولا نطقيا بل تحيلين في الجواب على من كان في المهد صبيا فعندها (قال إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا.وجعلني مباركا أينما كنت وأوصاني بالصلاة والزكاة ما دمت حيا وبرا بوالدتي ولم يجعلني جبارا شقيا.والسلام علي يوم ولدت ويوم أموت ويوم أبعث حيا).

هذا أول كلام تفوه به عيسى بن مريم فكان أول ما تكلم به أن (قال إني عبد الله) اعترف لربه تعالى بالعبودية وأن الله ربه فنزه جناب الله عن قول الظالمين في زعمهم أنه ابن الله بل هو عبده ورسوله وابن أمته ثم برأ أمه مما نسبها إليه الجاهلون وقذفوها به ورموها بسببه بقوله: (آتاني الكتاب وجعلني نبيا) فإن الله لا يعطي النبوة من هو كما زعموا لعنهم الله وقبحهم كما قال تعالى: (وبكفرهم وقولهم على مريم بهتانا عظيما) [ النساء: 156 ] وذلك أن طائفة من اليهود في ذلك الزمان قالوا إنها حملت به من زنا في زمن الحيض لعنهم الله فبرأها الله من ذلك وأخبر عنها أنها صديقة واتخذ ولدها نبيا مرسلا أحد أولي العزم الخمسة الكبار ولهذا قال: (وجعلني مباركا أينما كنت) وذلك أنه حيث كان دعا إلى عبادة الله وحده لا شريك له ونزه جنابه عن النقص والعيب من اتخاذ الولد والصاحبة تعالى وتقدس (وأوصاني بالصلاة والزكاة ما دمت حيا) وهذه وظيفة العبيد في القيام بحق العزيز الحميد بالصلاة والاحسان إلى الخليقة بالزكاة وهي تشتمل على طهارة النفوس من الاخلاق الرذيلة وتطهير الاموال الجزيلة بالعطية للمحاويج على اختلاف الاصناف وقرى الاضياف والنفقات على الزوجات والارقاء والقرابات وسائر وجوه الطاعات وأنواع القربات. ثم قال: (وبرا بوالدتي ولم يجعلني جبارا شقيا) أي وجعلني برا بوالدتي وذلك أنه تأكد حقها عليه لتمحض جهتها إذ لا والد له سواها فسبحان من خلق الخليقة وبراها وأعطى كل نفس هداها.(ولم يجعلني جبارا شقيا) أي لست بفظ ولا غليظ ولا يصدر مني قول ولا فعل ينافي أمر الله وطاعته.(والسلام علي يوم ولدت يوم أموت ويوم أبعث حيا).

وهذه الاماكن الثلاثة التي تقدم الكلام عليها في قصة يحيى بن زكريا عليهما السلام.ثم لما ذكر تعالى قصته على الجلية وبين أمره ووضحه وشرحه .قال: (ذلك عيسى بن مريم قول الحق الذي فيه يمترون.ما كان لله أن يتخذ من ولد سبحانه إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون) [ مريم: 34 - 35 ] كما قال تعالى بعد ذكر قصته وما كان من أمره في آل عمران: (ذلك نتلوه عليك من الآيات والذكر الحكيم.إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون.الحق من ربك فلا تكن من الممترين.فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم فقل تعالوا ندع ابناءنا وابناءكم ونساءنا ونساءكم وأنفسنا وأنفسكم ثم نبتهل فنجعل لعنة الله على الكاذبين.إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وإن الله لهو العزيز الحكيم.فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين) [ آل عمران: 58 - 63 ].
ولهذا لما قدم وفد نجران وكانوا ستين راكبا يرجع أمرهم إلى أربعة عشرمنهم ويؤول أمر الجميع إلى ثلاثة هم أشرافهم وساداتهم وهم العاقب والسيد وأبو حارثة بن علقمة فجعلوا يناظرون في أمر المسيح، فأنزل الله صدر سورة آل عمران في ذلك وبين أمر المسيح وابتداء خلقه وخلق أمه من قبله، وأمر رسوله بأن يباهلهم إن لم يستجيبوا له ويتبعوه، فلما رأوا عينيها وأذنيها نكصوا وامتنعوا عن المباهلة وعدلوا إلى المسالمة والموادعة وقال قائلهم: وهو العاقب عبد المسيح: يا معشر النصارى لقد علمتم أن محمد لنبي مرسل، ولقد جاءكم بالفصل من خبر صاحبكم ولقد علمتم أن ما لاعن قوم نبيا قط فبقي كبيرهم ولا نبت صغيرهم وإنها للاستئصال منكم إن فعلتم، فإن كنتم قد أبيتم إلا إلف دينكم والاقامة على ما أنتم عليه من القول في صاحبكم فوادعوا الرجل وانصرفوا إلى بلادكم فطلبوا ذلك من رسول الله صلى الله عليه وسلم وسألوه أن يضرب عليهم جزية وأن يبعث معهم رجلا أمينا فبعث معهم أبا عبيدة بن الجراح وقد بينا ذلك في تفسير آل عمران وسيأتي بسط هذه القضية في السيرة النبوية  إن شاء الله تعالى وبه الثقة.

والمقصود أن الله تعالى بين أمر المسيح قال لرسوله: (ذلك عيسى بن مريم قول الحق الذي فيه يمترون) يعني من أنه عبد مخلوق  من امرأة من عباد الله ولهذا قال: (ما كان لله أن يتخذ من ولد سبحانه إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون) أي لا يعجزه شئ ولا يكترثه ولا يؤوده بل هو القدير الفعال لما يشاء (إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون) وقوله: (إن الله ربي وربكم فاعبدوه هذا صراط مستقيم) هو من تمام كلام عيسى لهم في المهد أخبرهم أن الله ربه وربهم وإلهه وإلههم وأن هذا هو الصراط المستقيم.

قال الله تعالى: (فاختلف الاحزاب من بينهم فويل للذين كفروا من مشهد يوم عظيم) [ مريم: 37 ] أي فاختلف أهل ذلك الزمان ومن بعدهم فيه فمن قائل من اليهود إنه ولد زنية، واستمروا على كفرهم وعنادهم.وقابلهم آخرون في الكفر فقالوا هو الله وقال آخرون هو ابن الله.

وقال المؤمنون هو عبد الله ورسوله وابن أمته وكلمته ألقاها إلى مريم، وروح منه وهؤلاء هم الناجون المثابون المؤيدون المنصورون ومن خالفهم في شئ من هذه القيود فهم الكافرون الضالون الجاهلون، وقد توعدهم العلي العظيم الحكيم العليم بقوله: (فويل للذين كفروا من مشهد يوم عظيم).
قال البخاري: حدثنا صدقة بن الفضل، أنبأنا الوليد، حدثنا الاوزاعي، حدثني عمير بن هانئ، حدثني جنادة بن أبي أمية، عن عبادة بن الصامت عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق والنار حق، أدخله الله الجنة على ما كان من العمل ".قال الوليد فحدثني عبد الرحمن بن يزيد بن جابر عن عمير عن جنادة وزاد " من أبواب الجنة الثمانية أيها شاء " .وقد رواه مسلم عن داود بن رشيد عن الوليد [ بن مسلم ]  عن [ ابن ]  جابر به ومن طريق أخرى عن الاوزاعي به.
(Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, Darul Manar, Juz 2, Hal. 63-70)









Link ke Facebook

KISAH ISA PUTRA MARYAM


قصة عيسى بن مريم
(Kisah ‘Isa Bin Maryam)
[ عبد الله ورسوله وابن أمته ] (1) عليه من الله أفضل الصلاة والسلام
(Hamba Allah, Rasul-Nya dan Putra Hamba perempuan-Nya (semoga keutamaan Shalawat dan salam tetap atas beliau)

قال الله تعالى في سورة آل عمران التي أنزل صدرها وهو ثلاث وثمانون آية منها في الرد على النصارى عليهم لعائن الله، الذين زعموا أن لله ولدا تعالى الله عما يقولون علوا كبيرا.
“Allah SWT berfirman di dalam surat Ali ‘Imran, yaitu surat yang permulaannya telah diturunkan oleh Allah, delapan puluh tiga ayat dari surat Ali ‘Imran berbicara tentang bantahan terhadap orang-orang Nasrani, semoga laknat-laknat Allah atas mereka, yaitu mereka yang menyangka bahwa Allah memiliki anak, Maha tinggi Allah dari apa yang mereka katakan, maha Tinggi Allah dan Maha Agung”

وكان قد قدم وفد نجران منهم على رسول الله صلى الله عليه وسلم فجعلوا يذكرون ما هم عليه من الباطل من التثليث في الاقانيم ويدعون بزعمهم أن الله ثالث ثلاثة وهم الذات المقدسة وعيسى ومريم، على اختلاف فرقهم، فأنزل الله عزوجل صدر هذه السورة بين فيها أن عيسى عبد من عباد الله خلقه وصوره في الرحم كما صور غيره من المخلوقات وأنه خلقه من غير أب كما خلق آدم من غير أب ولا أم وقال له كن فكان سبحانه وتعالى.
“Dan Utusan dari Bani Najran telah datang kepada Rasulullah SAW, kemudian mereka menceritakan tentang apa yang menjadi keyakinan mereka, berupa kebatilan menuhankan 3 orang, dan dengan keyakinannya mereka medakwahkan bahwa Allah adalah tuhan ketiga, mereka adalah Dia Dzat yang maha suci, ‘Isa dan Maryam, dalam unsur yang berbeda. Kemudian Allah Azza Wa Jalla menurunkan permulaan Surat Ali Imran, di dalamnya dijelaskan bahwa Isa adalah hamba Allah di antara hamba-hamba-Nya, Allah menciptakannya, membentuk rupanya di dalam Rahim sebagaimana Allah membentuk rupa makhluk-makhluk selain Isa, Allah menciptakan ‘Isa dengan tanpa bapak, sebagaimana menciptakan Adam dengan tanpa bapak dan ibu, dan Allah berfirman : jadilah maka terjadilah, maha suci Allah dan maha Tinggi.” 
وبين أصل ميلاد أمه مريم وكيف كان من أمرها وكيف حملت بولدها عيسى وكذلك بسط ذلك في سورة مريم كما سنتكلم على ذلك كله بعون الله وحسن توفيقه وهدايته فقال تعالى وهو أصدق القائلين:
“Allah menceritakan Asal kelahiran Ibunya Nabi ‘Isa yaitu Maryam, bagaimana keadaanya? Bagaimana Maryam mengandung putranya yaitu ‘Isa?, demikian pula Allah menjelaskan dan membeberkan hal itu di dalam Surat Maryam, sebagaimana yang akan kami bicarakan seluruhnya dengan pertolongan Allah dan kebaikan taufik dan hidayahnya. Allah Ta’ala berfirman, Dian adalah Dzat yang terbaik perkataan-Nya : “
(إن الله اصطفى آدم ونوحا وآل إبراهيم وآل عمران على العالمين.ذرية بعضها من بعض والله سميع عليم.إذ قالت امرأة عمران رب إني نذرت لك ما في بطني محررا فتقبل مني إنك أنت السميع العليم.فلما وضعتها قالت رب إني وضعتها أنثى والله أعلم بما وضعت وليس الذكر كالانثى وإني سميتها مريم وإني اعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم فتقبلها ربها بقبول حسن وأنبتها نباتا حسنا وكفلها زكريا كلما دخل عليها زكريا المحراب وجد عندها رزقا قال يا مريم أنى لك هذا قالت هو من عند الله إن الله يرزق من يشاء بغير حساب) [ آل عمران: 33 - 37 ].
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk." Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (Ali Imran :33-37)

يذكر تعالى أنه اصطفى آدم عليه السلام والخلص من ذريته المتبعين شرعه الملازمين طاعته، ثم خصص فقال: (وآل إبراهيم) فدخل فيهم بنو إسماعيل وبنو إسحاق.ثم ذكر فضل هذا البيت الطاهر الطيب وهم آل عمران والمراد بعمران هذا والد مريم عليها السلام وقال محمد بن إسحاق وهو عمران بن باشم بن أمون بن ميشا بن حزقيا بن أحريق بن موثم بن عزازيا بن امصيا بن ياوش بن اخريهو بن يازم بن يهفاشاط بن ايشا بن ايان بن رحبعام بن سليمان بن داود.وقال أبو القاسم بن عساكر مريم بنت عمران بن ما ثان (2) بن العازر بن اليود بن اخبر بن صادوق بن عيازوز بن الياقيم بن ايبود بن زريابيل بن شالتال بن يوحينا بن برشا بن أمون بن ميشا بن حزقا بن احاز بن موثام بن عزريا بن يورام بن يوشافاط بن ايشا بن ايبا بن رحبعام بن سليمان بن داود عليه السلام.وفيه مخالفة كما ذكره محمد بن إسحاق ولا خلاف أنها من سلالة داود عليه السلام وكان أبوها عمران صاحب صلاة بني إسرائيل في زمانه وكانت أمها وهي حنة بنت فاقود بن قبيل من العابدات وكان زكريا نبي ذلك الزمان زوج أخت مريم اشياع في قول الجمهور وقيل زوج خالتها أشياع (3) فالله أعلم.
“ Allah Ta’ala menyebutkan bahwa Dia telah memilih Adam (semoga keselamatan atas Beliau), dan memurnikan orang-orang yang mengikuti syari’at-Nya dan berketetapan dalam Keta’atan-Nya dari  keturunan Adam. Kemudian Allah mengkhususkan, lalu berkata : ( dan keluarga Ibrahim), termasuk didalamnya mereka Bani Isma’il dan Bani Ishaq. Kemudian Allah menyebutkan keutamaan keluarga tersebut yang suci dan baik, mereka adalah keluarga ‘Imran. Yang dikehendaki dari keluarga Imran di sini adalah orang tua Maryam (semoga keselamatan Atasnya). Muhammad bin Ishaq berkata beliau adalah Imran bin basyam bin Amun bin Misya bin Hazqiya bin Ahriq bin Musam bin ‘Azaziya bin Amsiya bin Yawis An Ahriqu bin Yazim bin Yahfasyith bin Isya’ bin Iyyan bin Rahba’am bin Sulaiman bin daud. Abu Al Qasim bin Asakir berkata : Maryam binti Imran bin Masam bin al Azir bin al yuudi bin Ikhnar bin Shaduq bin ‘Iyazuz bin Al Yaqim bin Aibudi bin Zaryabil bin Syalitali bin Yuhina bin Barsya bin Amun bin Misya bin Hazqan bin Ahazi bin Musam bin Azriya bin Yuram bin Yusyafathi bin “Isyya bin Iba bin Rahba’am bin Sulaiman bin Daud (semoga keselamatan atas beliau). Bapaknya Maryam yaitu ‘Imran adalah Pemimpin Shalat Bani Israil pada masanya, Ibunya Maryam Yaitu Hannah Binti Faqud bin Qabil adalah termasuk sebagian Ahli Ibadah, dan Zakariya adalah Nabi pada masa itu, suami dari saudara perempuan Maryam, ada beberapa kelompok menurut pendapat Mayoritas, dan dikatakan : Suami saudara perempuan ibunya Maryam : Ada beberapa pendapat maka Allah yang lebih mengetahui.    

وقد ذكر محمد بن إسحاق وغيره أن أم مريم كانت لا تحبل فرأت يوما طائرا يزق فرخا له فاشتهت الولد فنذرت لله أن حملت لتجعلن ولدها محررا أي حبيسا في خدمة بيت المقدس قالوا فحاضت من فورها فلما طهرت واقعها بعلها فحملت بمريم عليها السلام (فلما وضعتها قالت رب إني وضعتها أنثى والله أعلم بما وضعت) وقرئ بضم التاء: (وليس الذكر كالانثى) أي في خدمة بيت المقدس وكانوا في ذلك الزمان ينذرون لبيت المقدس خداما من أولادهم وقولها: (وإني سميتها مريم) استدل به على تسمية المولود يوم يولد وكما ثبت في الصحيحين عن أنس في ذهابه بأخيه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فحنك أخاه وسماه عبد الله.
“ Muhammad bin Ishaq dan yang lain menuturkan bahwa Ibunya Maryam adalah wanita yang tidak hamil, kemudian pada suatu hari melihat burung yang memliki anak membuang kotoran, kemudian beliau menginginkan anak dan bernadzar karena Allah, jikalau dia mengandung akan menjadikan anaknya kelak sebagai anak yang terbebaskan yaitu menyendiri dalam berkhidmat kepada Baitul Maqdis. Mereka berkata : kemudian Ibunya Maryam mengalami haid seketika itu juga. Ketika ibunya sudah suci suaminya menggaulinya, kemudian ia mengandung Maryam semoga keselamatan tetap atas Maryam. (Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang Aku lahirkan itu) dan dibaca dengan Dommah At Ta’ (dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan ) yaitu dalam berkhidmat kepada Baitul Maqdis. Mereka pada masa itu bernazdar untuk menjadikan pelayan Baitul Maqdis dari anak-anak mereka. Dan perkataan Istri ‘Imran : (Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam) Ayat tersebut dijadikan istidlal atas pemberian nama anak yang dilahirkan pada hari dilahirkannya. Sebagaimana ketetapan riwayat di dalam dua kitab Sahih dari Anas tentang perginya anas dengan Saudaranya kepada Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW memberikan pemahaman kepada saudaranya Anas dan memberikan nama Abdullah. 
وجاء في حديث الحسن عن سمرة  مرفوعا " كل غلام رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويسمى ويحلق رأسه " رواه أحمد وأهل السنن وصححه الترمذي وجاء في بعض ألفاظه ويدمى بدل ويسمى وصححه بعضهم والله أعلم.
“Telah datang di dalam hadis al Hasan dari Samrah dengan Marfu’ : “ Setiap anak dalam keadaan tergadaikan ditebus dengan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur rambutnya.” HR. Ahmad dan Ahlu As Sunan, dan disahihkan oleh At Turmudzi. Dan didalam sebagian lafadz-lafadznya ada kalimat “(meneteskan darah : menyembelih aqiqah) dengan huruf dal dan memberi nama”. Disahihkan oleh sebagian Ulama. Allah yang lebih mengetahui.
وقولها: (وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم) قد استجيب لها في هذا كما تقبل منها نذرها فقال الامام أحمد: حدثنا عبد الرزاق، حدثنا معمر، عن الزهري عن ابن المسيب، عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " ما من مولود إلا والشيطان يمسه حين يولد فيستهل صارخا من مس الشيطان إياه إلا مريم وابنها "  ثم يقول أبو هريرة واقرأوا إن شئتم: (وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم)  [ آل عمران: 36 ] أخرجاه من حديث عبد الرزاق ورواه ابن جرير عن أحمد بن الفرج عن بقية عن عبد الله بن الزبيدي عن الزهري عن أبي سلمة عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم بنحوه.
“Perkataan Istri ‘Imran : (dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk). Doa Istri ‘Imran tentang permohonan perindungannya telah di kabulkan sebagaimana nadzarnya juga telah diterima. Al Imam Ahmad berkata : menceritakan kepadaku Abdurrazaq, menceritakan kepadaku Ma’mar, dari Az Zuhri, dari Ibnu Al Musayyab, dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah ada dari seorang anak yang dilahirkan kecuali Syaitan menyentuhnya ketika dilahirkannya, sehingga dia menangis berteriak keras karena sentuhan Syaitan kepadanya kecuali Maryam dan Putranya. Kemudian Abu Hurairah berkata : bacalah oleh kalian jika kalian menghendaki : (dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.(ali ‘Imran :36) Imam Ahmad dan Ashabus Sunan mengeluarkan riwayat ini dari hadisnya Abdurrazaq dan hadis ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Jarir dari Ahmad bin Al Faraj dari Baqiyyah dari Abdullah bin Zabidi dari Az Zuhri dari Abi Salamah dari Abi Hurairah RA dari Nabi SAW dengan semisal hadis tersebut.”
وقال أحمد: أيضا حدثنا إسماعيل بن عمر، حدثنا ابن أبي ذؤيب، عن عجلان، مولى المشمعل عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " كل مولود من بني آدم يمسه الشيطان باصبعه إلا مريم بنت عمران وابنها عيسى " .تفرد به من هذا الوجه. ورواه مسلم  عن أبي طاهر عن ابن وهب عن [ عمرو ] بن الحارث عن أبي يونس [ مولى أبي هريرة ] عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم بنحوه.
“Ahmad berkata : Ismail Bin Umar juga menceritakan kepadaku, Ibnu Abi Dzuaib menceritakan kepadaku, dari Azlan, Hamba sahayanya Al Musam’il dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda : Setiap bayi dari bani Adam pernah disentuh Syaitan dengan jari-jarinya kecuali Maryam binti Imran dan Putra Maryam, ‘Isa. Imam Ahmad sendirian meriwayatkan hadis dari bentuk ini. Dan diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Thahir dari Ibnu Wahab dari Amr bin Al Haris dari Abi Yunus, hamba sahayanya Abi Hurairah RA dari Nabi SAW dengan hadis yang seperti ini.
وقال أحمد حدثنا هشيم حدثنا حفص بن ميسرة، عن العلاء، عن أبيه، عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " كل إنسان تلده أمه يلكزه الشيطان في حضنيه إلا ما كان من مريم وابنها، ألم تر إلى الصبي حين يسقط كيف يصرخ ؟ قالوا بلى يا رسول الله قال: " ذلك حين يلكزه الشيطان بحضنيه "  وهذا على شرط مسلم ولم يخرجه من هذا الوجه.
“Ahmad berkata : Hasyim menceritakan kepadaku, Hafs bin Maisaroh menceritakan kepadaku, dari al ‘Alla’ dari Bapaknya dari Abu Hurairah sesungguhnya Nabi SAW bersabda : Setiap manusia yang dilahirkan ibunya dipukul oleh Syaitan dua dadanya kecuali apa yang ada pada Maryam dan Putranya. Apakah kalian tidak melihat kepada anak kecil ketika dilahirkan bagaimana dia berteriak menangis? Mereka berkata : betul Ya Raulullah. Beliau bersabda : hal itu terjadi ketika syaitan memukul kedua dadanya. Hadis ini berdasarkan syarat Imam Muslim dan beliau tidak mengeluarkan hadis dalam bentuk ini.”  
ورواه قيس، عن الاعمش، عن أبي صالح، عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:" ما من مولود إلا وقد عصره الشيطان عصرة أو عصرتين إلا عيسى بن مريم ومريم " ثم قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم: (وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم) وكذا رواه محمد بن إسحاق عن يزيد بن عبد الله بن قسيط، عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم بأصل الحديث.

وقال الامام أحمد: حدثنا عبد الملك، حدثنا المغيرة هو ابنعبد الله الحزامي، عن أبي الزناد، عن الاعرج، عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " كل بني آدم يطعن الشيطان في جنبه حين يولد إلا عيسى بن مريم ذهب يطعن فطعن في الحجاب " .وهذا على شرط الصحيحين ولم يخرجوه من هذا الوجه.
وقوله: (فتقبلها ربها بقبول حسن وانبتها نباتا حسنا وكفلها زكريا) ذكر كثير من المفسرين أن أمها حين وضعتها لفتها في خروقها ثم خرجت بها إلى المسجد فسلمتها إلى العباد الذين هم مقيمون به وكانت ابنة إمامهم وصاحب صلاتهم فتنازعوا فيها.
والظاهر أنها إنما سلمتها إليهم بعد رضاعها وكفالة مثلها في صغرها.ثم لما دفعتها إليهم تنازعوا في أيهم يكفلها وكان زكريا نبيهم في ذلكالزمان وقد أراد أن يستبد بها دونهم من أجل أن زوجته اختها أو خالتها على القولين. فشاحوه في ذلك وطلبوا أن يقترع معهم فساعدته المقادير فخرجت قرعته غالبة لهم وذلك أن الخالة بمنزلة الام.قال الله تعالى: (وكفلها زكريا) أي بسبب غلبه لهم في القرعة كما قال تعالى: (ذلك من أنبأ الغيب نوحيه إليك وما كنت لديهم إذ يلقون أقلامهم أيهم يكفل مريم وما كنت لديهم إذ يختصمون) [ آل عمران: 44 ].

قالوا وذلك أن كلا منهم ألقى قلمه معروفا به ثم حملوها ووضعوها في موضع وأمروا غلاما لم يبلغ الحنث فأخرج واحدا منها وظهر قلم زكريا عليه السلام فطلبوا أن يقترعوا مرة ثانية وأن يكون ذلك بأن يلقوا أقلامهم في النهر، فأيهم جرى قلمه على خلاف جريه في الماء فهو الغالب ففعلوا فكان قلم زكريا هو الذي جرى على خلاف جرية الماء وسارت أقلامهم مع الماء ثم طلبوا منه أن يقترعوا ثالثة فأيهم جرى قلمه مع الماء ويكون بقية الاقلام قد انعكس سيرها صعدا فهو الغالب ففعلوا فكان زكريا هو الغالب لهم فكفلها.
إذ كان أحق بها شرعا وقدرا لوجوه عديدة .قال الله تعالى: (كلما دخل عليها زكريا المحراب وجد عندها رزقا قال يا مريم أنى لك هذا قالت هو من عند الله إن الله يرزق من يشاء بغير حساب) [ آل عمران: 37 ]
قال المفسرون اتخذ لها زكريا مكانا شريفا من المسجد لا يدخله سواه، فكانت تعبد الله فيه، وتقوم بما يجب عليها من سدانة البيت إذا جاءت نوبتها وتقوم بالعبادة ليلها ونهارها حتى صارت يضرب بها المثل بعبادتها في بني إسرائيل، واشتهرت بما ظهر عليها من الاحوال الكريمة والصفات الشريفة حتى أنه كان نبي الله زكريا كلما دخل عليها موضع عبادتها يجد عندها رزقا غريبا في غير أوانه فكان يجد عندها فاكهة الصيف في الشتاء وفاكهة الشتاء في الصيف فيسألها (أنى لك هذا فتقول هو من عند الله) أي رزق رزقنيه الله إن الله يرزق من يشاء بغير حساب فعند ذلك وهنالك طمع زكريا في وجود ولد من صلبه وإن كان قد أسن وكبر (قال رب هب لي من لدنك ذرية طيبة إنك سميع الدعاء) [ آل عمران: 38 ]

 قال بعضهم قال يامن يرزق مريم الثمر في غير أبانه (1) هب لي ولدا وإن كان في غير اوانه فكان من خبره وقضيته ما قدمنا ذكره في قصته. [ قال الله تعالى: ]: (إذ قالت الملائكة يا مريم إن الله اصطفاك وطهرك واصطفاك على نساء العالمين.يا مريم اقنتي لربك واسجدي واركعي مع الراكعين.ذلك من أنباء الغيب نوحيه إليك وما كنت لديهم إذ يلقون أقلامهم أيهم يكفل مريم وما كنت لديهم إذ يختصمون.إذ قالت الملائكة يا مريم إن الله يبشرك بكلمة منه اسمه المسيح عيسى بن مريم وجيها في الدنيا والآخرة ومن المقربين.ويكلم الناس في المهد وكهلا ومن الصالحين.
قالت رب أنى يكون لي ولد ولم يمسسني بشر قال كذلك الله يخلق ما يشاء إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون.ويعلمه الكتاب والحكمة والتوراة والانجيل ورسولا إلى بني إسرائيل أني قد جئتكم بآية من ربكم أني أخلق لكم من الطين كهيئة الطير فانفخ فيه فيكون طيرا بإذن الله وأبرئ الاكمه والابرص واحيي الموتى باذن الله وأنبئكم بما تأكلون وما تدخرون في بيوتكم إن في ذلك لآية لكم إن كنتم مؤمنين.ومصدقا لما بين يدي من التوراة ولاحل لكم بعض الذي حرم عليكم وجئتكم بآية من ربكم فاتقوا الله وأطيعون.إن الله ربي وربكم فاعبدوه هذا صراط مستقيم) [ آل عمران: 42 - 51 ].

يذكر تعالى أن الملائكة بشرت مريم باصطفاء الله لها من بين سائر نساء عالمي زمانها (2) بأن اختارها لايجاد ولد منها من غير أب وبشرت بأن يكون نبيا شريفا (يكلم الناس في المهد) أي في صغره يدعوهم إلى عبادة الله وحده لا شريك له وكذلك في حال كهولته فدل على أنه يبلغ الكهولة ويدعو إلى الله فيها وأمرت بكثرة العبادة والقنوت والسجود والركوع لتكون أهلا لهذه الكرامة ولتقوم بشكر هذه النعمة فيقال إنها كانت تقوم في الصلاة حتى تفطرت قدماها رضي الله عنها ورحمها ورحم أمها وأباها فقول الملائكة: (يا مريم إن الله اصطفاك) أي اختارك واجتباك (وطهرك) أي من الاخلاق الرذيلة وأعطاك الصفات الجميلة (واصطفاك على نساء العالمين).يحتمل أن يكون المراد عالمي زمانها كقوله لموسى: (إني اصطفيتك على الناس)[ الاعراف: 144 ] وكقوله عن بني إسرائيل: (ولقد اخترناهم على علم على العالمين) [ الدخان: 32 ] ومعلوم أن إبراهيم عليه السلام أفضل من موسى وأن محمدا صلى الله عليه وسلم أفضل منهما وكذلك هذه الامة أفضل من سائر الامم قبلها وأكثر عددا وأفضل علما وأزكى عملا من بني إسرائيل وغيرهم. ويحتمل أن يكون قوله: (واصطفاك على نساء العالمين) محفوظ العموم فتكون أفضل نساء الدنيا ممن كان قبلها ووجد بعدها لانها إن كانت نبية على قول من يقول بنبوتها ونبوة سارة أم إسحاق ونبوة أم موسى محتجا بكلام الملائكة والوحي إلى أم موسى كما يزعم ذلك ابن حزم وغيره  فلا يمتنع على هذا أن يكون مريم أفضل من سارة وأم موسى لعموم قوله: (واصطفاك على نساء العالمين) إذ لم يعارضه غيره والله أعلم.

وأما قول الجمهور كما قد حكاه أبو الحسن الاشعري وغيره عن أهل السنة والجماعة من أن النبوة مختصة بالرجال  وليس في النساء نبية فيكون أعلى مقامات مريم كما قال الله تعالى: (ما المسيح بن مريم إلا رسول قد خلت من قبله الرسل وأمه صديقة) [ المائدة: 75 ] فعلى هذا لا يمتنع أن تكون أفضل الصديقات المشهورات ممن كان قبلها وممن يكون بعدها والله أعلم.
وقد جاء ذكرها مقرونا مع آسية بنت مزاحم وخديجة بنت خويلد وفاطمة بنت محمد رضي الله عنهن وأرضاهن.
وقد روى الامام أحمد والبخاري ومسلم والترمذي والنسائي من طرق عديدة: عن هشام بن عروة، عن أبيه، عن عبد الله بن جعفر، عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " خير نسائها مريم بنت عمران وخير نسائها خديجة بنت خويلد " .

وقال الامام أحمد: حدثنا عبد الرزاق، أنبأنا معمر، عن قتادة، عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " حسبك من نساء العالمين بأربع مريم بنت عمران وآسية امرأة فرعون وخديجة بنت خويلد وفاطمة بنت محمد "  ورواه الترمذي عن أبي بكر بن زانجويه، عن عبد الرزاق به وصححه.
ورواه ابن مردويه من طريق عبد الله بن أبي جعفر الرازي.وابن عساكر من طريق تميم بن زياد كلاهما عن أبي جعفر الرازي عن ثابت عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " خير نساء العالمين أربع: " مريم بنت عمران وآسية امرأة فرعون وخديجة بنت خويلد وفاطمة بنت محمد رسول الله " وقال الامام أحمد: حدثنا عبد الرزاق، حدثنا معمر، عن الزهري عن ابن المسيب قال كان أبو هريرة يحدث أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " خير نساء ركبن الابل صالح نساء قريش احناه على ولد في صغره وارعاه لزوج في ذات يده "  قال أبو هريرة ولم تركب مريم بعيرا قط. وقد رواه مسلم في صحيحه عن محمد بن رافع وعبد بن حميد كلاهما عن عبد الرزاق به.

وقال أحمد حدثنا زيد بن الحباب، حدثني موسى بن علي، سمعت أبي يقول: سمعت أبا هريرة يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " خير نساء ركبن الابل نساء قريش أحناه على ولد في صغره وأرأفه بزوج على قلة ذات يده "  قال أبو هريرة وقد علم رسول الله صلى الله عليه وسلم أن ابنة عمران لم تركب الابل، تفرد به. وهو على شرط الصحيح ولهذا الحديث طرق أخر عن أبي هريرة.

وقال أبو يعلى الموصلي: حدثنا زهير، حدثنا يونس بن محمد، حدثنا داود بن أبي الفرات، عن علباء بن أحمر، عن عكرمة، عن ابن عباس قال خط رسول الله صلى الله عليه وسلم في الارض أربع خطوط فقال: " أتدرون ما هذا ؟ قالوا الله ورسوله أعلم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد وفاطمة بنت محمد ومريم بنت عمران وآسية بنت مزاحم امرأة فرعون " ورواه النسائي من طرق عن داود بن أبي هند.

وقد رواه ابن عساكر من طريق أبي بكر عبد الله بن أبي داود سليمان بن الاشعث، حدثنا يحيى بن حاتم العسكري، نبأنا بشر بن مهران بن حمدان، حدثنا محمد بن دينار، عن داود بن أبي هند، عن الشعبي، عن جابر بن عبد الله، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " حسبك منهن أربع سيدات نساء العالمين: فاطمة بنت محمد، وخديجة بنت خويلد، وآسية بنت مزاحم، ومريم بنت عمران ".
وقال أبو القاسم البغوي حدثنا وهب بن بقية  حدثنا خالد بن عبد الله الواسطي، عن محمد بن عمرو، عن أبي سلمة، عن عائشة أنها قالت لفاطمة: أرأيت حين أكببت على رسول الله صلى الله عليه وسلم فبكيت ثم ضحكت ؟ قالت أخبرني أنه ميت من وجعه هذا فبكيت، ثم أكببت عليه فأخبرني أني أسرع أهله لحوقا به وأني سيدة نساء أهل الجنة إلا مريم بنت عمران فضحكت.وأصل هذا الحديث في الصحيح .وهذا إسناد على شرط مسلم وفيه انهما أفضل الاربع المذكورات.
وهكذا الحديث الذي رواه الامام أحمد: حدثنا عثمان بن محمد، حدثنا جرير، عن يزيد هو ابن أبي زياد، عن عبد الرحمن بن أبي نعم  عن أبي سعيد قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " فاطمة سيدة نساء أهل الجنة إلا ما كان من مريم بنت عمران " .إسناد حسن وصححه الترمذي ولم يخرجوه وقد روى نحوه من حديث علي بن أبي طالب ولكن في إسناده ضعف.

والمقصود أن هذا يدل على أن مريم وفاطمة أفضل هذه الاربع.ثم يحتمل الاستثناء أن تكون مريم أفضل من فاطمة ويحتمل أن يكونا على السواء في الفضيلة لكن ورد حديث إن صح عين الاحتمال الاول.

فقال الحافظ أبو القاسم بن عساكر: أنبأنا أبو الحسن بن الفرا وأبو غالب وأبو عبد الله ابنا البنا قالوا: أنبأنا أبو جعفر بن المسلمة، أنبأنا أبو طاهر المخلص، حدثنا أحمد بن سليمان، حدثنا الزبير هو ابن بكار، حدثنا محمد بن الحسن، عن عبد العزيز بن محمد، عن موسى بن عقبة، عن كريب، عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " سيدة نساء أهل الجنة مريم بنت عمران ثم فاطمة ثم خديجة  ثم آسية امرأة فرعون " فإن كان هذا اللفظ محفوظا بثم التي للترتيب فهو مبين لاحد الاحتمالين اللذين دل عليهما الاستثناء وتقدم على ما تقدم من الالفاظ التي وردت بواو العطف التي لا تقتضي الترتيب ولا تنفيه والله أعلم.
وقد روى هذا الحديث أبو حاتم الرازي، عن داود الجعفري، عن عبد العزيز بن محمد، وهو الدراوردي، عن إبراهيم بن عقبة، عن كريب، عن ابن عباس مرفوعا فذكره بواو العطف لا بثم الترتيبية فخالفه إسنادا ومتنا فالله أعلم.
فأما الحديث الذي رواه ابن مردويه من حديث شعبة، عن معاوية بن قرة، عن أبيه، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " كمل من الرجال كثير ولم يكمل من النساء إلا ثلاث مريم بنت عمران وآسية امرأة فرعون وخديجة بنت خويلد وفضل عائشة على النساء كفضل الثريد على سائر الطعام ".
وهكذا الحديث الذي رواه الجماعة إلا أبا داود من طرق: عن شعبة، عن عمرو بن مرة، عن مرة الهمداني، عن أبي موسى الاشعري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " كمل من الرجال كثير ولم يكمل من النساء إلا آسية امرأة فرعون ومريم بنت عمران وإن فضل عائشة على النساء كفضل الثريد على سائر الطعام " .فإنه حديث صحيح كما ترى اتفق الشيخان على إخراجه ولفظه يقتضي حصر الكمال في النساء في مريم وآسية ولعل المراد بذلك في زمانهما فإن كلا منهما كفلت نبيا في حال صغره فآسية كفلت موسى الكليم، ومريم كفلت ولدها عبد الله ورسوله، فلا ينفي كمال غيرهما في هذه الامة كخديجة وفاطمة فخديجة خدمت رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل البعثة خمس عشرة سنة وبعدها أزيد من عشر سنين، وكانت له وزير صدق بنفسها ومالها، رضي الله عنها، وأرضاها،

وأما فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم فإنها خصت بمزيدفضيلة على أخواتها لانها أصيبت برسول الله صلى الله عليه وسلم وبقية أخواتها متن في حياة النبي صلى الله عليه وسلم وأما عائشة فإنها كانت أحب أزواج رسول الله صلى الله عليه وسلم إليه ولم يتزوج بكرا غيرها ولا يعرف في سائر النساء في هذه الامة بل ولا في غيرها أعلم منها، ولا أفهم، وقد غار الله لها حين قال لها أهل الافك ما قالوا فأنزل براءتها من فوق سبع سموات وقد عمرت بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم قريبا من خمسين سنة تبلغ عنه القرآن والسنة وتفتي المسلمين وتصلح بين المختلفين وهي أشرف أمهات المؤمنين حتى خديجة بنت خويلد أم البنات والبنين في قول طائفة من العلماء السابقين واللاحقين والاحسن الوقف فيهما رضي الله عنهما وما ذاك إلا لان قوله صلى الله عليه وسلم: " وفضل عائشة على النساء كفضل الثريد على سائر الطعام " يحتمل أن يكون عاما بالنسبة إلى المذكورات وغيرهن ويحتمل أن يكون عاما بالنسبة إلى ما عدي المذكورات والله أعلم.
والمقصود ههنا ذكر ما يتعلق بمريم بنت عمران عليها السلام فإن الله طهرها واصطفاها على نساء عالمي زمانها ويجوز أن يكون تفضيلها على النساء مطلقا كما قدمنا.
وقد ورد في حديث أنها تكون من أزواج النبي صلى الله عليه وسلم في الجنة هي واسية بنت مزاحم.
وقد ذكرنا في التفسير عن بعض السلف أنه قال ذلك واستأنس بقوله: (ثيبات وابكارا) [ التحريم: 5 ] قال فالثيب آسية ومن الابكار مريم بنت عمران.وقد ذكرناه في آخر سورة التحريم فالله أعلم.
قال الطبراني: حدثنا عبد الله بن ناجية، حدثنا محمد بن سعد العوفي، حدثنا أبي، أنبأنا عمي الحسين، حدثنا يونس بن نفيع، عن سعد بن جنادة، هو العوفي، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إن الله زوجني في الجنة مريم بنت عمران وامرأة فرعون وأخت موسى " .
وقال الحافظ أبو يعلى: حدثنا إبراهيم بن عرعرة، حدثنا عبد النور بن عبد الله، حدثنا يونس بن شعيب، عن أبي أمامة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " أشعرت أن الله زوجني مريم بنت عمران وآسية بنت مزاحم وكلثم أخت موسى " رواه ابن جعفر العقيلي من حديث عبد النور به وزاد فقلت هنيأ لك يارسول الله.ثم قال العقيلي وليس بمحفوظ.
وقال الزبير بن بكار حدثني محمد بن الحسن عن يعلى بن المغيرة عن ابن أبي داود قال: دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم على خديجة وهي في مرضها الذي توفيت فيه فقال لها: " بالكره مني ما أرى منك يا خديجة وقد يجعل الله في الكره خيرا كثيرا أما علمت أن الله قد زوجني معك في الجنة مريم بنت عمران وكلثم أخت موسى وآسية امرأة فرعون " قالت وقد فعل الله بك ذلك يا رسول الله ؟ قال: " نعم " قالت بالرفاء والبنين " .
وروى ابن عساكر من حديث محمد بن زكريا الغلابي: حدثنا العباس بن بكار، حدثنا أبو بكر الهزلي، عن عكرمة، عن ابن عباس، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل على خديجة وهي في مرض الموت فقال: " يا خديجة إذا لقيت ضرائرك فاقرئهن مني السلام قالت: يا رسول الله وهل تزوجت قبلي قال: لا ولكن الله زوجني مريم بنت عمران وآسية بنت مزاحم وكلثم أخت موسى ".

وروى ابن عساكر من طريق سويد بن سعيد: حدثنا محمد بن صالح بن عمر، عن الضحاك. ومجاهد، عن ابن عمر قال نزل جبريل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم بما أرسل به وجلس يحدث رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ مرت خديجة فقال جبريل من هذه يا محمد ؟ قال: هذه صديقة أمتي، قال جبريل: معي إليها رسالة من الرب عزوجل يقرئها السلام، ويبشرها ببيت في الجنة من قصب بعيد من اللهب لا نصب فيهولا صخب قالت: الله السلام، ومنه السلام والسلام عليكما ورحمة الله وبركاته على رسول الله ما  ذلك البيت الذي من قصب قال: لؤلؤة جوفاء بين بيت مريم بنت عمران وبيت آسية بنت مزاحم وهما من أزواجي يوم القيامة.وأصل السلام على خديجة من الله وبشارتها ببيت في الجنة من قصب لا صخب فيه ولا وصب في الصحيح ولكن هذا السياق بهذه الزيادات غريب جدا.وكل من هذه الاحاديث في أسانيدها نظر .

وروى ابن عساكر من حديث أبي زرعة الدمشقي، حدثنا عبد الله بن صالح، حدثني معاوية، عن صفوان بن عمرو، عن خالد بن معدان، عن كعب الاحبار: أن معاوية سأله عن الصخرة يعني صخرة بيت المقدس فقال: الصخرة على نخلة والنخلة على نهر من أنهار الجنة وتحت النخلة مريم بنت عمران وآسية بنت مزاحم ينظمان سموط أهل الجنة حتى تقوم الساعة.
ثم رواه من طريق إسماعيل، عن عياش، عن ثعلبة بن مسلم، عن مسعود، عن عبد الرحمن، عن خالد بن معدان، عن عبادة بن الصامت عن النبي صلى الله عليه وسلم بمثله وهذا منكر  من هذا الوجه.بل هو موضوع.
قد رواه أبو زرعة، عن عبد الله بن صالح، عن معاوية، عن مسعود بن عبد الرحمان، عن ابن عابد: أن معاوية سأل كعبا عن صخرة بيت المقدس فذكره قال الحافظ ابن عساكر وكونه من كلام كعب الاحبار أشبه.

قلت وكلام كعب الاحبار هذا إنما تلقاه من الاسرائيليات التي منها ما هو مكذوب مفتعل وضعه )بعض زنادقتهم أو جهالهم وهذا منه والله أعلم
(Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, Darul Manar, Juz 2, Hal. 55-63)

Oleh : محمد مؤلف
__________
(1) سقطت من نسخ البداية المطبوعة.
واستدركت من قصص الانبياء لابن كثير.
[ * ]
(2) في الطبري: ابن ما ثان بن اليعازر بن أليوذ بن أحين بن صادوق بن عازور بن الياقيم بن أبيوذ بن زر بابل بن شلتيل بن يوحنيا بن يوشيا بن أمون بن منشا بن حزقيا بن أحاز بن يوثام بن عوزيا بن يورام بن يهوشافاظ بن أسا بن أبيا بن رحبعم بن سليمان بن داود.
(3) تبنى الطبري هذا القول.
وقال زوج خالة مريم: الاشباع.
[ * ]

Link ke Facebook