SEMOGA ADA SETITIK BAROKAH TERSIRAT DARI SAJIAN YANG TERSURAT SEHINGGA HIDUP LEBIH BERMAKNA DAN BERGUNA
Showing posts with label NW. Show all posts
Showing posts with label NW. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Wawancara Eksklusif bersama Simpatisan NW dari Luar Negeri

Nama Narasumber         : Mohd. Faisal Bin Abdul Rahim

Umur                            : 35 Tahun
Negara Asal                  : Malaysia ( Institut Teknologi Unggas, Jln. Ramuan China Besar 83700
  Masjid Tanah Melaka )
Orang Tua                     : Bapak : Abdul Rahim ( Pakistan) ,  Ibu : Fatimah ( Pakistan )
Pekerjaan                      : Jabatan Veterina Malaysia

Apa yang menyebabkan bapak Faisal datang ke Lombok ?
Pertama : adalah ingin mencari dimana Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh Maulanasyaikh  di Lombok Timur
Kedua : Ingin melihat Gunung Rinjani dan Segara Anak disebabkan keingin tahuan saya, karena pada tahun 1997 pernah bermimpi bertemu dengan Maulanasyaikh dan dibawa ke gunung rinjani menuju sebuah gua dibawah lereng gunung.  sebelum masuk gua ada sebuah batu yang mana kita bisa masuk ke gua itu melalui celah batu. lalu setelah masuk, didalamnya gelap gulita namun terus diajak berjalan dengan dipandu oleh Maulanasyaikh... lalu diujung gua ternyata sudah sampai di puncak gunung rinjani, lalu dipuncak gunung tersebut terdapat tempat yang lapang dan luas berpasir putih semuanya. lalu pada saat itu ada salah seorang yang tidak saya kenal berkata "Apa yang kamu jumpai ditempat ini bawalah pulang, hinggapun tahi ayam yang kamu dapat bawalah pulang" katanya,  ternyata saya menemukan sebuah benda pada saat itu. lalu tidak lama kemudian saya tersadar dari mimpi saya itu, namun mimpi itu tidak bisa hilang dari ingatan saya sampai saat ini.

Mengapa bapak Faisal mencintai Nahdlatul Wathan dan Maulanasyaikh ?
Sebab Nahdlatul Wathan yang dibuat oleh Maulanayaikh itu sangat baik perjuangannya dan terang jalan perjuangannya sehingga tidak ragu untuk saya ikuti. Maulanasyaikh adalah seorang Ulama' yang Ilmunya mendalam, Tinggi Keikhlasan Hatinya, Gigih perjuangannnya.

Apa yang paling berkesan tentang jamaah Nahdlatul Wathan yang ada di Lombok ?
Yang paling berkesan adalah Shilatrurrahminya yang sangat terasa dekat. saat saya datang saya disambut dengan begitu mesra dan penuh kasih sayang baik oleh santri maupun jamaahnya. dimalaysia tidak ada yang seperti itu jika ada tamu manapun cukup disambut oleh personal saja tanpa melibatkan keluarga apalagi orang lain. Dilombok sangat luar biasa. saya terharu saat tiba di bandara saya disambut oleh pengurus Pondok Pesantren Putra Rinjani beserta keluarga, lalu setibanya di Pondok Pesantren Putra Rinjani saya tidak menyangka disambut lagi oleh para santri dan jamaah lainya, hal ini sangat berkesan bagi saya. Demikian juga saat saya mengadakan kunjungan di tempat pengajian-pengajian, alhamdulillah shilaturrahmi jamaah itu sangat baik.

Sepulang dari Lombok apa yang bapak akan lakukan terkait dengan perjuangan Nahdlatul Wathan dalam rangka menumbuhkan kecintaan bapak kepada Maulanasyaikh ?
Saya sejak lama ingin ikut memperjuangkan Nahdlatul Wathan sejak taun 1997 itu. apa yang bisa saya lakukan untuk Nahdlatul Wathan saya akan ikhtiarkan. sepulang dari Lombok saya berhajat juga membangun Nahdlatul Wathan melalui membuat tempat mengaji /pesantren ditempat saya dan ingin agar tenaga pengajarnya itu datang dari tamatan ma'had semua, agar keberkatan ilmu Maulanasyaikh itu lebih mendalam. saya mohon do'a dari semua warga Nahdlatul Wathan agar niat saya ini mendapatkan jalan yang baik, dengan ridha  Allah SWT.

Hal apa yang paling berkesan tentang Maulanasyaikh TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid  ?
Yang paling berkesan adalah fatwanya yang ada pada buku wasiat renungan masa, karena tahun 1997 saya diberikan buku wasiat renungan masa oleh salah seorang TKI dari Lombok sebagai tanda terimakasihnya kepada saya karena telah menyelamatkanya dari Polisi Malaysia saat itu dan mencarikannya tempat kerja, lalu buku wasiat itu setelah saya baca, saya sangat terkesan dengan kalimat syairnya yang sangat mendalam maknanya. dan yang paling inti dari semua isinya itu ada pada kalimat Maulanasyaikh yang mengatakan : " Anak-anakku, murid muridku yang setia dan berjiwa murni. Semulia-muliamu padaku ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada Nahdlaul Wathan. dan Sejahat-jahatmu padaku ialah yang paling banyak merusak perjuangan Nahdlatul Wathan. Justeru itu Sabarlah... Bersatulah... Berjuanglah... menurut Khittah perjuangan Agama, Nusa dan Bangsa. Kerahkanlah jiwa dan ragamu selaku pejuang agama Allah yang ikhlas zahir bathin dengan selalu memohon pertolongan dan perlindungannya". Kalimat inilah  yang memotivasi saya untuk selalu memperjuangkan agama islam, sehingga saya sangat senang membantu segala perjuangan yang bertujuan untuk menegakkan Agama Islam.

Mengapa anda memilih Pondok Pesantren Putra Rinjani sebagai tempat menginap selama di Lombok ? 
Karena Pondok Pesantren Putra Rinjani itu yang dekat dari Gunung Rinjani, dari sana saya setiap hari dapat melihat Gunung Rinjani dan karena tempatnya didataran tinggi sehingga alamnya terasa lebih nyaman dan indah. Selain itu karena beberapa bulan yang lalu pada saat saya mencari alamat yang dapat memberikan saya petunjuk untuk dapat menemukan Nahdlatul Wathan dan Gunung Rinjani, saya menemukan halaman website putrarinjani.com  dan mendapatkan nomor handphone pengurusnya. sehingga saya lebih mudah berkomunikasi selanjutnya, baik melalui facebook maupun sms. sejak itu saya merencanakan kedatangan saya ke Lombok. Alhamdulillah.

Kemana saja perjalanan Shilaturrahmi selama di Lombok ?
Saya lebih banyak diam di Pondok Pesantren Putra Rinjani karena ingin lebih banyak menikmati indahnya alam pegunungan, dan lebih nyaman ditempat yang sepi jauh dari keramaian. Lalu pada beberapa hari saya diajak oleh saudara saya Irfan untuk mengikuti beberapa pengajian shilaturrahmi Ummi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, dan bershilaturrahmi bersama beliau. dan beberapa Tuan Guru murid Maulanasyaikh. Juga saya berziarah ke Makam Maulanasyaikh di Pancor,  Lalu Makam Raja Selaparang, dan Makam Bayan. Alhamdulillah.
                                                                            Wawancara oleh Irfan: Rabu, 25 Maret 2011 (pr-1)

Link ke Facebook

Thursday, February 3, 2011

Donatur Luar Negeri Ikut Membangun Putra Rinjani




Pembangunan Pondok Pesantren Putra Rinjani NW Dasan Baru terus berlanjut, setiap tahun Pengurus Pondok Pesantren merencanakan sekurang-kurangnya dua lokal ruang belajar harus dapat dibangun untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan pada lembaga-lembaga yang bernaung dibawahnya. Sampai dengan tahun 2011 ini, lembaga yang sudah dapat berjalan sebanyak empat lembaga formal yaitu Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Disamping itu ada juga lembaga non formal yaitu Majlis Ta’lim dan Kelompok Hizib Nahdlatul Wathan, yang dilaksanakan dengan jadwal bulanan dan mingguan. Sebagai penunjang berjalannya kegiatan ini, Pengurus bersama masyarakat/jamaah membangun Aula Pondok Pesantren. Aula ini dibangun sejak tahun 2010 yang lalu dan saat ini kondisi bangunan masih belum rampung 100%. Kondisi ini disebabkan karena banyaknya kebutuhan operasional lembaga-lembaga pendidikan yang ada, disisi lain kemampuan jamaah/masyarakat masih sangat minim. Namun dalam kondisi ini tidak menyebabkan pengurus patah semangat. Tahun ini dapat dilanjutkan dengan melanjutkan pembangunan Aula tersebut. Hal ini dapat dilakukan berkat bantuan dari berbagai pihak, diantaranya donatur-donatur tetap. Diatara donatur yang telah menyumbangkan dana untuk pembangunan ini berasal dari Malaysia yaitu Tuan Mohammad Faisal Bin Abdurrahim. Beliau ikut menyumbangkan sebagian rizkinya untuk mensukseskan pembangunan Madrasah Nahdlatul Wathan di Lombok. Beliau berharap semoga tetap dapat memberikan sumbangan untuk Putra Rinjani demi majunya Islam melalui NW di Lombok khususnya dan Dunia pada umumnya.
Sebagai sebuah bentuk Apresiasi yang sangat tinggi kepada Pendiri Nahdlatul Wathan, Maulanasyaikh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid. Cik Paesal (Panggilan Akrab) meminta untuk dikirimkan Hizib Nahdlatul Wathan dan Wasiat Renungan Masa dan Kalender. Lebih jauh beliau menyampaikan harapan yang besar untuk dapat sampai di Pulau Lombok untuk berziarah bersama para murid Maulanasyaikh ungkapnya. (Pr-1)

Link ke Facebook

Sunday, January 30, 2011

Sejarah Berdirinya STMIIK Syaikh Zainuddin NW

Tim penyiapan perangkat Pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer disingkat STMIK dengan nama yayasan pengelola ditaruh di belakang sehingga menjadi STMIK Syaikh Zainuddin NW dengan singkatan STMIK SZ NW mulai mengadakan studi kelayakan pendirian. Dalam penyiapan studi kelayakan ini tim juga dibantu oleh Saudara`Drs. H. Hariono, MSI dan Saudara Habib Alwi, M.Si. Mereka berdua ini bertugas untuk mencari ijazah calon tenaga edukatif untuk membantu proses pendirian STMIK SZ NW. Hasil sutudi kelayakan ini dikirim ke Dirjen Dikti dan ditembuskan ke Kopertis Wilayah VIII Denpasar dengan surat pengantar yayasan nomor : 70/YP.PPSZ/A.5/A/2004, tanggal 8 Nopember 2004. Usulan tersebut dijawab oleh Dirjen Dikti dengan surat nomor : 2269/D2.2/2004 tanggal 27 Desember 2004 yang isinya menyarankan agar studi kelayakan (proposal) pendirian disemurnakan pada bidang kajian kurikulum dan kualifikasi pendidikan tenaga edukatif.

Dengan jawab dalam surat tersebut tim langsung memperbaiki kajian kurikulum dan meminta saudara Habib Alwi, M.Si. (sekarang dosen STMIK SZ NW dan sejak Nopember 2009 menjadi dosen tetap IAIN Mataram ) untuk mencari ijazah calon tenaga edukatif di sekitar Surabaya dan Malang. Kebetulan yang bersangkutan sedang menyelesaikan program S.2-nya di Universitas Airlaga Surabaya. Ijazah juga cari oleh keoordinator tim (Drs. H.M.Mugni Sn.,M.Pd.) di sekitar Jakarta dan Bandung yang saat itu sedang mengikuti Program Doktor di Universitas Negeri Jakarta. Setelah ijazah diperoleh maka hasil perbaikan dikirim kembali ke Dirjen Dikti dengan surat pengatar yayasan nomor : 45/YP.PPSZ/6.X/A/2005, tanggal 27 Mei 2005. Usulan tersebut dijawab oleh Dirjen Dikti dengan surat nomor : 1365/D2.2/2005, tanggal 15 Juli 2005 yang isinya bahwa empat orang tenaga edukatif tetap yang diusulkan menjadi tenaga edukatif perguruan tinggi lain.

Berdasarkan surat ini maka tim mencoba mencari ijazah calon tenaga edukatif lagi dengan meminta bantuan dari saudara Drs. H. Hariono, MSI (sekarang dosen STMIK SZ NW) yang sedang menyelesaikan program S.2-nya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta). Yang bersangkutan mencari ijazah pada alumni-alumni PTN/PTS yang ada di Yogyakarta yang kiranya berminat untuk bergabung dengan STMIK SZ NW. Hasil penyempurnaan kualifikasi tenaga edukatif ini dikirim ke Dirjen Dikti dengan surat pengatar yayasan nomor : 13/YP.PPSZ/X.7/A/2006 tanggal 03 Pebruari 2006. Usulan tersebut dijawab oleh Dirjen Dikti dengan surat nomor : 0430/D2.2/2006 tanggal 8 Maret 2006 bahwa data-data tenaga edukatif yang diusulkan perlu divalidasi ulang.

Berdasarkan surat tersebut maka tim penyiapan perangkat pendirian memvalidasi data-data tenaga edukatif tersebut dan hasil validasi tersebut di sampaikan ke Dirjen Dikti dengan surat pengatar yayasan nomor : 026/YP.PPSZ/X.7/2006 tanggal 20 Maret 2006. Hasil validasi tersebut dijawab oleh Dirjen Dikti dengan surat nomor : 0619/D2.2/2006 tanggal 6 April 2006 yang isinya bahwa usulan pendirian Sekolah Tinggi Manejemen Informatika dan Komputer (STMIK) Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur NTB dapat dipertimbangkan dengan ketentuan bahwa untuk keluarnya ijin operasional harus menyiapkan referensi bank sebasar Rp 3.240.000.000,- (tiga miliar dua ratus empat puluh juta rupiah) per program studi. Berhubung STMIK SZ NW membuka dua program studi, yakni Program Studi Teknik Informatika (TI) dan Program Studi Sistem Infomasi (SI) Starata Satu (S.1) maka pihak yayasan harus menyiapkan referensi bank sebesar Rp 6.480.000.000,- (enam miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah).

Pihak yayasan terus berupaya untuk menyiapkan referensi bank (tabungan di bank) dan alhamdullilah dapat sehingga pada tanggal 12 Juni 2006 Ijin Operasional Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dengan SK Nomor : 80/D/O/2006, tanggal 12 Juni 2006. Dengan keluarnya ijin operasional ini maka STMIK SZ NW legal menyelenggarakan seluruh kegiatan untuk menyelenggrakan tridarma perguruan tinggi. Dan, tanggal 12 Juni sebagai hari ulang tahun (Dies Maulidiyah) STMIK SZ NW.

Di samping itu, STMIK SZ NW terus mengelola mahasiswa Universitas Syaikh Zainuddin NW yang telah menjadi mahasiswa Universitas NW Mataram. Artinya STMIK SZ NW bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menyelenggarakan beberapa program studi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program studi kerjasama ini pengelolaanya berada di bawah manajemen STMIK SZ NW dan ijazahnya dikeluarkan oleh Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.

Visi dan Misi

Visi STMIK SZ NW adalah membangun pemimpin masa depan (building future leader) yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berakhlaqul karimah dengan misi menyelenggrakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan kajian, serta pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur, terprogram, dan insedental.

Tujuan dan Motto

Tujuan penyelenggaraan pendidikan di STMIK SZ NW adalah untuk mencetak sarjana santri dengan mengimplementasikan motto “Berpikir Global Berakhlaq Lokal (think globally act locally)”. Motto ini berartii bahwa mahasiswa STMIK SZ NW bebas memikirkan apa saja, membaca buku apa saja, bebas berhubungan dengan siapa saja tetapi dalam aplikasi pikiran dalam kehidupan nyata dan realiasi hubungan harus tetap bersandar kepada norma-norma Islam, norma-norma pondok pesantren, dan lebih khusus norma-norma Nahdlatul Wathan. Inilah makana akhlak lokal dalam motto tersebut.

Ulang Tahun

Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan STMIK SZ NW sekaligus sebagai media evaluasi dan refitalisasi aktivitas tahuan STMIK SZ NW maka setiap tahun diadakan peringatan ulang tahun berdirinya STMIK SZ NW. Hari ulang tahun STMIK SZ NW ditetapkan tanggal 12 Juni karena pada tanggal 12 Juni 2006 Menteri Pendidkan Nasional mengeluarkan ijin operasional STMIK SZ NW. Peringatan Ulang tahun STMIK SZ NW diistilahkan dengan Dies Maulidiyah yang pada perguruan tinggi pada umunya dikenal dengan Dies Natalis. STMIK tidak menggunakan istilah Dies Natalis karena Natalis berbau nasrani. Sementara STMIK SZ NW bernaung dibawah Pondok Pesantren. Oleh karena itu istilah natalis ini diganti maulidiyah (Bahasa Arab) sehingga menjadi Dies Maulidiyah. Setiap kali Dies Maulidiyah diadakan maka diselengrakan berbagai kegiatan ilmiah, olah raga, dan pengabdian pada masyarakat. Seluruh mahasiswa STMIK SZ NW wajib mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut khususnya kegiatan yang bersifat ilmiah (seminar). Sertifikat seminar ini sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk mengikuti KKN, PKL, PPL, skripsi, dan lain-;ain. Biaya penyelenggaraan Dies Maulidiyah ini berasal dari mahasiswa dan bantuan pihak lain yang tidak mengikat.

Personil

Ketua : Drs. H.M.Mugni Sn.,S.S.,S.H.,M.Pd.

Pembantu Ketua I : Drs. Marzuki Adami,S.H.,M.AP.

Pembantu Ketua III : Hairurrozak H., S.Sos.,S.Psi.,M.Si.

Ketua Prodi TI : Marwan Hakim, S.Kom.

Ketua Prodi SI : Nurlaily Susanti, S.Kom.

Kepala TU : Dedy Efendi, S.Ag.,S.H.

Kepala Laboratarium Kom : Sri Handriana Dewi Hastuti,S.Kom.

Kepala Perpustakaan : M. Hilmi Cholidi, S.H.

Kepala LP2M : Muhammad Khairul Ihwan,M.T.

sumber : www.stmik-sznw.ac.id



Link ke Facebook

Sejarah Berdirinya Universitas Syaikh Zainuddin NW (UNISAZ)


Seperti dikemukakan di atas bahwa Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW secara resmi melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran di Anjani pada tanggal 26 Maret 2001. Setelah di Anjani Pengurus Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW terus berupaya untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang dikelola. Sesuai dengan keputusan rapat pengurus maka pada tahun pelajaran 2001/2002 didirikan SMA NW dan Universitas Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan (UNISAZ).

Universitas Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan (UNISAZ) didirikan dengan surat keputusan Pengurus Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Nomor 34/YP.PPSZ/X.3/Kpt./2001 tanggal 20 Mei 2001. Dengan SK ini maka Tim Penyiapan Perangkat Pendirian Universitas Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan yang dikoordinir oleh Drs.H.M. Mugni Sn.,S.S.S.H,M.Pd. mulai berkeja melakukan studi kelayakan pendirian dibantu oleh Drs. H. Muh. Syukri,M.M.Pd. (Kepala Bagian Administrasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram). Hasil Studi Kelayakan ini akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk memperoleh ijin operasional. Mulai bulan Juli 2001 Tim mulai bekerja menyusun studi kelayakan sakaligus juga mulai menerima mahasiswa baru angkatan pertama.

Untuk tahap pertama Universitas Syaikh Zainuddin NW (UNISAZ) membuka 3 (tiga) fakultas, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Sastra, dan Fakultas Hukum. Kuliah perdana dibuka oleh Rektor Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram Bapak Drs. H.M. Mustami’uddin Ibrahim, S.H.. Hadir juga Pembangu Rektor I Univesitas NW, yakni Bapak H. Lalu Wirajuna, SH.MS., Dekan Fakultas Sastra UNW, Ibu Dra. Hjh. Kusdiratin, SU., Dekan Fakultas Hukum UNW, Bapak H.Lalu Syafruddin, S.H.M.Hum. Kepala Bagian Akademik UNW, Bapak Drs. H. Muh. Syukri,M.M.Pd. dan lain-lain. Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram memback up pendirian Universitas Syaikh Zainuddin NW dalam bentuk bahwa sebelum ijin operasional Universitas Syaikh Zainuddin NW dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasioan maka mahasiswa yang diterima menjadi mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Artinya bila sampai tahun keempat ijin operasional Universitas Syaikh Zainuddin NW belum keluar maka ijazah sarjana mahasiswanya dikelurakan oleh Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Pada tahun kedua dibuka Fakultas MIPA dan Fakultas Ilmu Administrasi dan pada tahun ketiga dibuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pada bulan Juli 2003, Studi Kelayakan pendirian Uiversitas Syaikh Zainuddin NW sudah rampung dan langsung dikirim ke Menteri Pendidikan Nasional Cq Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dengan surat pengatar dari Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW nomor : 38/YP.PPSZ/X.5/A/2003, tanggal 28 Juli 2003 dan ditembuskan ke Kopertis Wilayah VIII Denpasar. Jawaban dari Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional atas usulan tersebut tertuang dalam surat nomor : 1788/D2.2/03, tanggal 2 September 2003 yang isinya bahwa pihak yayasan disarankan untuk mendirikan Sekolah Tinggi sebagai proses untuk mendirikan Universitas. Dengan keluarnya jawaban Dirjen Dikti tersebut maka secara permanen untuk sementara mahasiswa Universitas Syaikh Zainuddin NW menjadi mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.

Berdasarkan saran dari Dirjen Dikti maka tim penyiapan perangkat pendirian Universitas Syaikh Zainuddin NW membuat studi kelayakan untuk mendiriakn Sekolah Tinggi setelah berkonsultasi dengan pihak yayasan. Adapun Sekolah Tinggi yand didirikan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Sains (STIS) Syaikh Zainuddin NW, dengan membuka tiga program studi, yakni Matematika, Biologi, dan Ilmu Komputer.Program Strata Satu (S.1) untuk prodi Biologi dan Matematika dan D.III untuk Ilmu Komputer. Hasil studi kelayakan ini langsung dikirim kemabali ke Dirjen Dikti dengan surat pengatar yayasan nomor : 71/YP.PPSZ/X.5/A/2003, tanggal 3 Nopember 2003 dan ditembuskan ke Kopertis Wilayah VIII Denpasar. Jawab dari Dirjen Dikti atas usulan tersebut tertuang dalam surat nomor : 2394/D2.2/2003, tanggal 13 Nopember 2003 yang isinya bahwa untuk pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Sain (STIS) maka program studinya harus ditambah dengan Kimia dan Fisika atau dirikan sekolah tinggi yang masih langkah di NTB yang mempunyai prospek ke depan seperti informatika karena perkembangan dunia membutuhkan. Dengan saran dari Dirjen Dikti yang tertuang dalam surat tersebut maka tim penyiapan perangkat pendirian memantapkan tekad setelah berkonsultasi dengan pihak yayasan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer.

Link ke Facebook

Sejarah Berdirinya Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani

Nahdlatul Wathan adalah organisasi kemasyarakatan Islam yang didirikan oleh Al-Magfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 01 Maret 1953 di Pulau Lombok Nusa Tengara Barat. Organisasi ini bercikal bakal dari Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang didirikan oleh almagfurlah pada tahun 1937. Pendidirian organisasi Nahdlatul Wathan dimaksudkan untuk mengkoordinir, mengelola, dan mempertanggungjawabkan madrasah cabang NWDI yang didirikan oleh para abituren NWDI yang pada tahun 1953 sudah berjumlah 66 buah serta amal usaha lainnya yang didirikan dan dikelola oleh para abituren Madrasah NWDI.

Sebagai organisasi kemasyarakatan maka Nahdlatul Wathan mempunyai struktur organisasi dari tingkat pusat sampai dengan tingkat ranting. Tingkat pusat disebut dengan Pengurus Besar, tingkat propinsi disebut dengan Pengurus Wilayah, tingkat kabupaten/kota disebut dengan Pengurus Daerah, tingkat kecamatan disebut Pengurus Cabang, tingkat desa/kelurahan disebut Pengurus Anak Cabang, dan tingkat kadus/lingkungan disebut pengurus Ranting. Untuk memilih pengurus yang mengisi struktur kepengurusan ini sekali dalam lima tahun diadakan Muktamar untuk memilih Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dan Musyawarah untuk memilih Pengurus Wilayah sampai dengan Pengurus Anak Cabang. Sekali dalam tiga tahun diadakan musyawarah untuk memilih Pengurus Ranting.

Selama hayat pendidiri Nahdlatul Wathan sudah sembilan kali diadakan Muktamar untuk memilih Pengurus Besar Nahdlatul Wathan. Pendiri Nahdlatul Wathan wafat pada tanggal 21 Oktober 1997. Pada tanggal 24 s.d. 27 Juli 1998 diadakan Muktamar kesepuluh di Praya Lombok Tengah. Dalam Muktamar ini hanya ada dua calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul wathan yang muncul dari muktamirin, yakni Ummi Hjh. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid (putri kedua/bungsu pendiri Nahdlatul Wathan) dan H. Ma’shum Ahmad Abdul Madjid (keponakan pendiri Nahdlatul Wathan).

Dalam Muktamar ini terpilih ummi Hjh. Sitti Raihanun sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan masa bakti 1998 – 2003 dengan perbandingan suara 54 berbading 34. Kemenangan Ummi Hjh. Sitti Raihanun ini tidak diterima oleh pendukung H. Ma’shum Ahmad yang salah satunya adalah Ummi Hjh. Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid (putri pertama/sulung pendiri Nahdlatul Wathan), dengan alasan bahwa Nahdlatul Wathan bermazhab syafi’i. Mazhab Syafi’i tidak memperbolehkan wanita menjadi pemimpin organisasi. Alasan ini dibatah oleh pendukung Ummi Hjh. Sitti Raihanun bahwa yang tidak diperbolehkan bagi wanita dalam mazhab syafi’i adalah menjadi kepala negara, mejandi hakim hukum pidana, dan menjadi imam sholat. Sedangkan menjadi pimpinan orgnaisasi sedikit pun tidak ada larangan. Untuk dimaklumi bahwa dari 18 (delapan belas) masyayikh Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits NW Pancor yang diangkat langsung oleh Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid hanya 2 (dua) orang yang menolak hasil Muktamar Praya, yakni TGH. Yusuf Ma’mun dan TGH. Zahid Syarif. Masyaikh Ma’had bagi warga Nahdlatul Wathan merupakan rujukan utama dalam hal-hal yang tekait dengan masalah-masalah keagamaan

Setelah Muktamar usai kondisi organisasi Nahdlatul Wathan tidak setabil kartena mereka yang menolak hasil Mukatmar dan sebagian masyarakat Pancor membuat gerakan-gerakan yang membuat para pengelola lembaga pendidikan yang bernauang di bawah Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW (Yayasan Pendidikan Hamzanwadi) Pancor tidak tenang dan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas. Memnag secara kebetulan sebagaian besar lembaga pendidikan yang ada pimpinan dan pengasunya berasal dari luar Desa Pancor. Memang ini salah satu strategi yang dipergunakan oleh Al-Magfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk mengembangkan organisasi Nahdlatul Wathan dan memperbanyak santri yang belajar pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Pancor.

sumber :www.stmik-sznw.ac.id

Link ke Facebook

Ijin Perpanjangan STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani

Penyerahan ijin perpanjangan STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani oleh Koordinator KOPERTIS Wilayah VIII Denpasar.... baca selengkapnya di www.stmik-sznw.ac.id

Link ke Facebook

Saturday, May 8, 2010

NW Bersatu


Harapan besar agar dua keluarga besar Nahdatul Wathan (NW) kembali bersatu akhirnya benar-benar terwujud. Minggu (2/5) kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dua keluarga yang terpecah beberapa tahun yang lalu, menyatakan diri untuk islah dan bersatu kembali sebagai satu keluarga yang utuh dalam satu acara bertajuk Silaturahmi dan Safa’atul Qubra, yang dihelat di Lapangan Umum Praya.

Ribuan pasang mata warga NW dari Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng), menjadi saksi bersatunya kembali dua keluarga tersebut. Ditandai dengan pidato bersama, dua cucu pendiri NW (alm) Maulana Syekh Zainuddin Abdul Majid yakni HM. Syamsul Lutfi, M.Si., mewakili keluarga Umi Hj. Siti Rauhun dan TGH. L. Gede Ali Wiresakti Amir Murni, LC., mewakili keluarga Umi Hj. Siti Raihanun. Selain itu, hadir pula para pengurus besar dari NW Anjani serta NW Pancor.
Sayangnya, Umi Raihanun maupaun Umi Rauhun, urung hadir. Begitu pula dengan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA., serta beberapa anggota keluarga dari kedua keluarga. ‘’Tapi itu tidak jadi masalah. Dengan kehadiran kami berdua saat ini, sudah cukup bukti kalau dua keluarga besar ini sudah bersatu kembali,” sebut HM. Syamsul Lutfi, dalam pidatonya. Ia berharap, dengan bersatunya kembali dua keluarga besar ini, bisa menjadi momentum bagi NW kedepan untuk bisa lebih maju lagi.

“Mari kita rajut kembali kebersamaan. Perkuat barisan untuk meraih kemenangan. Di Loteng NW pecah dan Loteng pula NW dipersatukan kembali,’’ ujar Wakil Bupati Lotim ini. Dengan adanya islah ini, menepis anggapan orang selama ini bahwa NW tidak akan bisa kembali bersatu. Karena tidak mungkin saudara satu membuang saudaranya yang lain.

Pada kesempatan yang sama, TGH. L. Gede Sakti, mengungkapkan, rasa syukurnya atas bersatunya kembali dua keluargannya. “Mari terus pertahankan persatuan dan kesatuan. Tidak ingin bicara saja. Tapi bagaimana kemudian itu dibuktikan dengan kerja. Kalau keluarga kami sudah bersatu. Jamaah juga harus ikut bersatu,” ajaknya. Hanya dengan cara itu, cita-cita NW untuk mengangkat derajat masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya, akan bisa terwujud.

Sementara itu,Ketua Panitia, Himni Amin, mengatakan, kegiatan yang digagas oleh Gerakan Muda (Gema) NW ini, murni untuk mempersatukan dua keluarga besar NW. tidak ada unsur-unsur apapun selain itu. kegiatan ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Tapi baru kali ini bisa dilaksanakan. “Kita ini mengembalikan kondusivitas di keluarga besar NW yang sudah lama pecah. Dan mulai hari ini kita mulai merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sudah lama dipecah,” tandasnya pada acara yang juga dihadiri sejumlah pengurus Partai Bintang Reformasi (PBR) dan PBB itu.
sumber http://www.suarantb.com/2010/05/03/wilayah/Mataram/detil1.html

Link ke Facebook