SEMOGA ADA SETITIK BAROKAH TERSIRAT DARI SAJIAN YANG TERSURAT SEHINGGA HIDUP LEBIH BERMAKNA DAN BERGUNA
Showing posts with label Kajian Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Kajian Pendidikan. Show all posts

Wednesday, September 5, 2012

Ketika Putra-Putri “Jepang” Belajar al-Qur'an



Bermula dari keinginan kaum Muslim-Muslimah Jepang yang menginginkan putera puteri mereka mendapatkan pendidikan Islam yang baik, pada bulan Mei tahun 2011, dibentuklah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Hikari. Pada saat didirikan, peserta didik TPA Hikari berjumlah 7 orang, meliputi anak keluarga asal Indonesia dan anak keluarga asal Jepang. Rupanya, jumlah pesertanya terus bertambah, kini mencapai sejumlah 16 anak dan 7 di antaranya anak dari ayah Muslim asli Jepang.

TPA Hikari ini salah satu taman pendidikan Islam dan Quran yang ada di Tokyo. Salah satu keunikan TPA ini adalah karena genuine ’made by Indonesian’.
Adapun pusat pendidikan Islam di Tokyo biasanya diselenggarakan oleh saudara-saudari Muslim Pakistan, Turki dan berbagai negara lainnya yang umumnya menggunakan bahasa Inggris atau Jepang sebagai media pembelajaran.

Dipilihnya nama ’Hikari’ sebagai nama TPA bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, ’Hikari’ berarti cahaya. Para pendiri TPA Hikari memiliki obsesi untuk bisa melahirkan pemuda-pemudi Jepang masa depan pembawa cahaya aqidah tauhid, beribadah yang shahih, berakhlaq mulia, kuat fisiknya, dan cerdas.

Kegiatan TPA ini diadakan 2-3 kali seminggu. Waktu yang digunakan adalah sore hari, setelah anak-anak yang sudah sekolah pulang. Mengingat banyaknya fasilitas publik yang tersedia di Tokyo, TPA Hikari pun tidak ketinggalan memanfaatkan berbagai fasilitas tersebut sebagai tempat belajar. Salah satu tempat favorit belajar Quran bagi anak-anak TPA Hikari adalah taman-taman bermain, yang dalam bahasa Jepang disebut ’koen’.
Di koen itulah, sebulan sekali anak-anak TPA Hikari mempelajari berbagai ciptaan Allah sehingga mampu membaca ayat-ayat kauniyah dan mengingat Allah. Mereka juga gemar mengikuti berbagai permainan dan menyanyi nasyid bersama dipandu Sensei-sensei TPA Hikari yang ramah.

Pada berbagai momentum, seperti Shalat Iedul Fithri di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), TPA Hikari sering diundang untuk ikut menyemarakkan berbagai kegiatan anak-anak.
Sebagai contoh, setelah shalat Ied, diadakan acara ’Ied Ceria’ yang menampilkan kebolehan anak-anak Muslim Indonesia-Jepang. Di acara seperti ini, mereka menunjukkan hafalan Quran, puisi dan berbagai pementasan lainnya.

Kita mungkin perlu melihat dari kacamata anak-anak muslim Jepang. Di sekolah saat jam makan siang, anak-anak Jepang lainnya sering bertanya, “Kenapa tidak makan babi?” Ini kerap menimbulkan rasa terasing bagi anak-anak Muslim Jepang. Di komunitas anak-anak Muslim seperti TPA Hikari inilah, mereka menemukan saudara-saudari ’aslinya’.
Perasaan bahwa mereka tidak sendiri dan masih merupakan bagian dari komunitas itu sangat penting bagi perkembangan psikologis anak-anak. TPA juga berperan dalam memberikan kepercayaan diri bagi anak-anak muslim untuk bangga dengan identitas Islam. Dan hasilnya mereka dapat menolak saat sensei di sekolah meminta mereka untuk menulis wish (harapan) dikertas lalu menggantungnya di pohon, menggambar pohon natal, dan tidak percaya kalau ada sinterklaus yang akan datang dimalam natal.

Semoga lebih banyak lagi diselenggarakan pusat pendidikan Islam dan Quran di Tokyo dan Jepang secara umum. Agar kelak generasi ini mampu membentuk wajah Jepang yang sama sekali baru.  Di mana masyarakat Jepang akan mengatakan; “Nyatakan Tiada Ilah selain Allah.”.*/Kiriman Fariz Nurwidya, Jepang

Link ke Facebook

Saturday, January 21, 2012

Bedanya Siswa dan Mahasiswa

Secara umum, siswa adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah. Atau dengan kata lain, siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin, baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak, segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan.


Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. Menurut bahasa, kata mahasiswa berasal dari dua kata, yakni maha dan siswa. Maha berarti tinggi, sedangkan siswa berarti pelajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Jadi, secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial.
Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange, moral force, dan social control. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Dalam hal ini, mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. Moral force atau kekuatan moral, dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral.
Dalam hal ini, keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Kemudian, yang ketiga adalah social control. Mahasiswa yang berperan dalam masyarakat, perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat, karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah, dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat.

Siswa yang Baik
Sebagai siswa atau pelajar yang baik wajib mengikuti semua peraturan atau tata tertib di tempat kita belajar, seperti masuk sekolah dan pulang jam berapa, harus pakai seragam apa, apa saja yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dan sebagainya. Mengikuti peraturan di sekolah biasanya tidak susah untuk kita lakukan.
Ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pelajar yaitu sikap dan perilaku kita di luar sekolah. Karena lebih banyak waktu yang kita habiskan di luar sekolah dari pada di dalam lingkungan sekolah. Tentu sebagai pelajar kita harus menerapkan sikap atau akhlak yang baik, maksudnya tingkah laku, kata-kata maupun penampilan kita harus sesuai dengan status kita yaitu pelajar. Misalnya dengan yang lebih tua harus menghormati, sedangkan kalau yang lebih muda harus bisa memberikan contoh yang baik jangan malah meremehkan atau memamerkan kemampuan yang dipunyai.
Demikian pula penampilan kita harus sewajarnya sebagai seorang pelajar, harus dihindari misalnya bagi yang wanita memakai cat kuku, lipstic apalagi cat rambut yang mencolok dan bagi yang pria harus memotong rambut menjadi pendek dan rapi dan sebagainya. Selain sikap dan perilaku kita juga harus tetap menjaga semangat yang tinggi untuk belajar, karena belajar adalah tugas utama kita, ada yang bilang pekerjaan pelajar adalah belajar.
Tanpa belajar kita tidak mungkin bisa pandai. Yang harus diperhatikan adalah penggunaan waktu. Setiap orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam, tinggal bagaimana mengisi waktu tersebut. Di Jepang kabarnya orang sangat menghargai waktu, mereka memanfaatkan waktu luang seperti waktu sedang mengantre atau menunggu kendaraan dengan membaca. Pasti hal seperti itu juga bisa di terapkan dinegara lain khususnya oleh para pelajar di Indonesia.

Mahasiswa yang baik
Apabila kita ambil contoh pada kehidupan seorang mahasiswa/i yang sedang menjalani kuliah sebenarnya banyak hal yang terjadi dan berbagai macam bentuk kehidupan tercipta disini. ada mahasiswa yang selalu mengejar kemampuan akademis dan meninggalkan yang lainnya ada juga mahasiswa yang mengejar kemampuan dibidang organisasi dan ingin menjadi seorang politikus yang handal, ada juga yang mengejar kemampuan dibidang softskill dan lain-lain.
Semua itu tergantung dari setiap mahasiswa dan semua itu merupakan pilihan dari setiap individu. dan dari setiap orang yang telah memilih pilihannya tersebut tidak semuanya mencapai kesuksesan yang sama. saya sendiri menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa yang “baik” itu tidak gampang. baik disini berarti bahwa :
Mahasiswa itu memiliki kemampuan akademis yang bagus (bila ditinjau dari IPK-nya).
Memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin sekaligus kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah organisasi ataupun kepanitiaan, baik dalam kemampuan hard skill, baik dalam hal kesehatan jasmani dan rohani, dan juga baik dalam hal pergaulan.
Seorang mahasiswa tidak hanya cukup dengan kemampuan akademisnya, tidak hanya cukup dengan kemampuan organisasinya, dan tidak hanya cukup dengan kebugaran badannya. semua hal tersebutlah yang menurut pendapat saya harus dicari dalam lingkungan kehidupan mahasiswa sebagai modal dasar kehidupan yang sesungguhnya dimasyarakat.

Cara Belajar yang Baik
Sebagai siswa atau pelajar yang baik pasti mempunyai cara belajar yang baik pula. Berikut ini tips belajar yang baik :
Niat dan berdoa. Berdoa agar di beri kemudahan dan keberkahan dalam belajar dan dapat kita tangkap dalam belajar.
Membaca. Dengan membaca tentunya kita akan menambah wawasan kita serta dapat di ingat. Bukankah Tuhan sendiri menyuruh kita untuk membaca (Iqro)
Selalu membuat ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Kata orang bijak, ikatlah ilmu dengan tulisan.
Rajin mengulang pelajaran. Jangan sekali-kali bosen untuk membaca dan belajar kembali setelah belajar di sekolah. Bisa karena biasa. Let’s do it.
Belajar dengan serius dan tekun. Hendaknya kita kalau mendengar guru mengajar di kelas harus mencatat yang menjadi penting dalam pelajaran siapa tahu saat ulangan keluar soal tersebut.
Hindari belajar berlebihan. Biasa menjelang ujian banyak yang belajar sehari semalam yang biasa disebut system kebut semalam (SKS), hal ini harus di hindari demi menjaga kesehatan.
Aktiflah dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya. Malu bertanya sesat dijalan.
Belajar kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun. Dengan belajar berkelompok juga mengajarkan kita untuk hidup bersosialisasi dan tidak individual.
Sedangkan untuk teman-teman mahasiswa selain tips belajar diatas, berikut adalah tips cara belajar mahasiswa. walau sebenarnya tidak baku harus seperti ini, karena saya tahu setiap mahasiswa mempunyai teknik belajar yang berbeda-beda. berikut adalah cara belajar mahasiswa yang baik (menurut saya) :
Baca materi sebelum kuliah (10-30 menit sudah cukup), lalu setelah kuliah (juga 10-30 menit) . Tanpa membaca terlebih dulu, katanya hanya 50% ucapan dosen terserap. Model ini juga membuat kita mencicil belajar, tidak dipadatkan sehari sebelum kuliah.
Pahami karakteristik dosen. Contoh: ada dosen yang lebih menyukai jawaban panjang, tapi ada juga yang lebih suka jawaban yang ringkas tapi tepat. Ada yang membolehkan mahasiswa datang terlambat, tapi ada juga yang sangat anti dsb. Ini juga penting saat mengambil kuliah pilihan, kuliah akan lebih nyaman kalau gaya dosen dan mahasiswa cocok.
Jangan lupakan berorganisasi dan bergaul. Kemampuan bersosialisasi, leadership merupakan modal penting saat bekerja nanti. Walaupun IPK 4.0 tapi jika tidak dapat bekerjasama dalam tim akan percuma saja.
Terakhir: nikmati dan manfaatkan masa kuliah yang pendek ini . Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Bebas bereksperimen, berekspresi, masih bisa berbuat kesalahan dengan resiko minimal dan hidup masih ditanggung orang tua. Setelah lulus kuliah, Anda akan dituntut untuk bekerja dan mandiri. Anda juga akan berhadapan dengan lingkungan pekerjaan yang lebih keras daripada kuliah.
sumber :
http://ri32.wordpress.com/2011/01/15/tips-cara-menjadi-siswa-dan-mahasiswa-yang-baik

Link ke Facebook